Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah pusat sangat serius menangani bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Selatan dan Aceh kendati bencana alam yang merenggut ribuan jiwa itu tak ditetapkan sebagai bencana nasional.

Kepala Negara menyampaikan, pemerintah tak menetapkan bencana Sumatra sebagai bencana nasional atas berbagai pertimbangan matang. Intinya kata dia negara mampu menangani bencana besar tersebut.

Baca Juga: Prabowo Sambut Malam Tahun Baru 2026 di Aceh

“Kita sebagai bangsa, sebagai negara mampu menghadapi. Karena itu kita tidak perlu menyatakan bencana nasional. Namun, tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai persoalan yang sangat serius,” ujar Prabowo saat memimpin rapat bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait usai meninjau hunian sementara yang dibangun oleh Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh dilansir Jumat (2/1/2026)

Ia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran yang memadai serta mengerahkan seluruh unsur kabinet untuk bekerja langsung di lapangan.

Penanganan juga dilakukan secara paralel di berbagai daerah terdampak.

“Nyatanya, dari seluruh kabinet hari ini ada beberapa menteri di sini. Dua menteri sedang di Aceh Utara, sekitar 10 menteri berada di Aceh, dan sejumlah menteri lainnya berada di wilayah terdampak lain. Kita juga masih menghadapi beberapa kabupaten di provinsi lain yang memerlukan penanganan,” jelasnya.

Kunjungan kerja serta rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo pada hari pertama Tahun Baru 2026 tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap hadir dan bekerja bagi rakyat, meskipun bertepatan dengan masa libur nasional.

Baca Juga: 'PAN Selalu Bersama Prabowo'

Prabowo menegaskan, pemerintah akan memastikan seluruh proses penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan sesuai rencana serta benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat terdampak.