Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang turut menyikapi perbincangan di media sosial terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menyimpang dari anggaran.

Ia menegaskan jika anggaran program tersebut sudah ditetapkan Rp8.000 sampai Rp10.000 per porsi, bukan Rp15.000. Kemudian, untuk besaran anggaran Rp13.000 untuk balita hingga kelas 3 SD serta Rp15.000 untuk anak kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui tidak sepenuhnya digunakan untuk bahan baku makanan, dikarenakan untuk kebutuhan operasional serta insentif bagi yayasan/mitra pelaksana.

"Jadi, kami ingatkan kembali anggaran bahan makanan untuk balita/PAUD/TK/RA serta SD/MI kelas 1–3 itu sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara, untuk SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan sebesar Rp10.000 per porsi," ujar Nanik seperti dikutip Selasa (24/2/2025).

Baca Juga: Klaim Prabowo Soal Standar Keamanan MBG: Tembus 99,99 Persen!

Baca Juga: Prabowo Pede! Dapur MBG Kalahkan McDonalds

Lanjutnya, ia menjelaskan untuk bahan baku makanan, anggaran MBG juga mencakup biaya operasional sebesar Rp3.000 per porsi yang meliputi pembayaran listrik, internet/telepon, gas, air, insentif relawan pekerja SPPG, insentif guru PIC, insentif kendaraan, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan relawan, insentif kader posyandu yang mendistribusikan makanan untuk 3B, pembelian alat pelindung diri dan kebutuhan kebersihan, pembayaran BBM mobil MBG, serta operasional KaSPPG beserta timnya, dan sebagainya.

Tak hanya itu, terdapat juga alokasi anggaran Rp2.000 per porsi yang digunakan untuk sewa lahan, bangunan, dapur, gudang, kamar mes, pembangunan IPAL, filterisasi air, serta sewa peralatan masak modern.

Tambahnya,BGN tetap terbuka terhadap masukan maupun pelaporan apabila terdapat indikasi menu yang dinilai kurang dari alokasi anggara.

"Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur pengawasan yang berlaku, guna memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan," tutupnya.