Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bencana alam banjir dan longsor yang menerjang sejumlah kawasan di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan sekarang ini merupakan alarm pengingat atas berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi.
Menurut Kepala Negara, bencana alam yang telah menewaskan ratusan orang dan memaksa ribuan orang lainnya mengungsi itu sekaligus menjadi tanda bahwa saat ini dunia tengah menghadapi berbagai tantangan berat.
Baca Juga: Prabowo Realisasikan Janji Naikkan Tunjangan Guru Segini Besarannya
"Saudara-saudara ini juga mengingatkan kita bahwa dunia penuh dengan tantangan, perubahan iklim, pemanasan global, kerusakan lingkungan," ujar Prabowo di Puncak Perayaan Hari Guru Nasional, Jakarta dilansir Sabtu (29/11/2025).
Prabowo menyatakan seluruh permasalahan itu merupakan tantangan yang harus dihadapi dan diatasi ke depan oleh seluruh pihak.
Prabowo pun mengatakan pemerintah tak tinggal diam menyikapi bencana alam yang terjadi belakangan ini.
Ia mengatakan pemerintah terus mengirimkan bantuan ke daerah terdampak. Prabowo juga berharap seluruh persoalan ini dapat segera teratasi.
Banjir bandang merendam puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi di Pulau Sumatra, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Polemik Bandara PT IMIP, Purbaya hingga Prabowo Turun Tangan
Per Jumat (28/11/2025) malam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan sebanyak 174 orang meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 lainnya luka-luka.