Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa hasil efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintahannya mulai dialokasikan untuk berbagai program yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat. Mulai dari pembangunan ribuan jembatan, renovasi puluhan ribu sekolah, hingga mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026).
Prabowo mengatakan, pemerintah berhasil melakukan penghematan lebih dari Rp300 triliun dalam beberapa bulan pertama masa pemerintahannya. Menurutnya, efisiensi tersebut berasal dari upaya menghentikan berbagai praktik pemborosan, termasuk penggelembungan harga (mark-up) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Baca Juga: Bongkar Borok Pemerintahan, Prabowo: Setiap Pembelian Pasti di Mark-Up
"Ini sedang kita hentikan. Ini yang kita hemat dari beberapa bulan pertama pemerintah yang saya pimpin, kita bisa menghemat lebih dari Rp300 triliun," ujar Prabowo.
Ia menegaskan, anggaran hasil penghematan tersebut tidak dibiarkan mengendap, melainkan langsung diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Salah satunya adalah pembangunan 5.000 unit jembatan yang ditargetkan rampung sebelum akhir 2026. Selain itu, pemerintah juga mulai mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan yang selama bertahun-tahun dinilai kurang mendapatkan perhatian.
Baca Juga: Prabowo Pede PDIP Bakal Gabung Barisan Pemerintah: Itu Insting Saya!
"Sekolah-sekolah roboh, roboh! Sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah," kata Prabowo.
Tak hanya itu, Presiden juga telah menginstruksikan agar target renovasi sekolah ditingkatkan pada tahun depan. Pemerintah menargetkan lebih dari 100 ribu sekolah dapat diperbaiki sepanjang 2027.
"Tahun 2027 saya instruksikan harus lebih, 100.000 sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh, Saudara-saudara," lanjutnya.
Selain sektor infrastruktur dan pendidikan, Prabowo menyebut hasil efisiensi anggaran juga dimanfaatkan untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.
Baca Juga: 'Prabowo Gak Ada Apa-apa, Pejabat Takutnya Sama Jokowi'
Menurut Prabowo, kebijakan efisiensi anggaran merupakan bagian dari upaya memastikan setiap rupiah uang negara benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan dan pembangunan yang nyata.
Ia pun menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperbaiki tata kelola keuangan negara agar kebocoran anggaran yang selama ini terjadi tidak lagi terulang.
"Kita ingin uang rakyat kembali kepada rakyat. Dipakai untuk membangun jembatan, sekolah, dan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan makanan yang bergizi," tegasnya.