Meski berfokus pada layanan perbankan di daerah, Bank Pembangunan Daerah (BPD) tetap dituntut untuk meningkatkan daya saing di tengah percepatan transformasi industri keuangan yang berkembang sangat cepat. Berdasarkan data Asosiasi Bank Daerah (Asbanda), saat ini terdapat 27 BPD di Indonesia yang terdiri dari 24 BPD konvensional dan 3 BPD syariah, seluruhnya memegang peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Sebagai institusi yang berkontribusi langsung pada pembangunan daerah, BPD–layaknya bank nasional–menghadapi tantangan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan siber, menjaga kepatuhan regulasi, sekaligus menghadirkan layanan digital yang relevan dan kompetitif. Salah satu cara untuk itu adalah dengan memanfaatkan Agentic AI yang dibangun pada fondasi platform AI yang aman, terstandarisasi, dan dapat dioperasikan secara on‑premise untuk memenuhi kebutuhan regulasi dan pengelolaan data sensitif perbankan. Platform seperti inilah yang memungkinkan BPD mengadopsi Agentic AI dengan lebih efektif.

Baca Juga: Multipolar Technology Hadirkan IBM Fusion, Dukung Modernisasi Infrastruktur Data dan AI Perusahaan

“Pemanfaatan Agentic AI menjadi kunci untuk membuka nilai bisnis baru sekaligus memperkuat daya saing perbankan daerah di tengah percepatan inovasi teknologi serta tekanan kompetisi dari fintech, neobank, dan channel bisnis lainnya. Ini bukan lagi tentang proyeksi, ini tentang mewujudkan manfaat,” ujar Senior Vice President Multipolar Technology Achmad Fakhrudin dalam BPD Forum ke-20 bertema Securing Financial Transformation: Navigating Change, Driving Impact with Agentic AI belum lama ini di Bali, mengutip keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (2/3/2026.

Implementasi awal Agentic AI dapat difokuskan pada empat use case utama, yakni AI Ops untuk optimalisasi operasional, AI-Driven Security untuk meningkatkan perlindungan keamanan siber, AI Testing untuk mempercepat siklus pengujian sistem, dan AI Transaction Network Analysis untuk analisis pola transaksi dan deteksi risiko. Keempatnya memberikan dampak optimal bila dijalankan di atas platform AI yang menyediakan orkestrasi model, automasi pipeline, monitoring, serta tata kelola AI yang jelas.

Sebagai system integrator yang telah berpengalaman mendampingi berbagai institusi keuangan terkemuka di Indonesia, Multipolar Technology juga memastikan integrasi Agentic AI dapat berjalan harmonis dengan core banking, digital channel, maupun sistem pendukung lainnya yang telah dimiliki BPD. Kini, lanjut Achmad, adopsi Agentic AI telah berkembang dari tahap eksperimental ke tahap implementasi nyata yang menghasilkan nilai bisnis.

Pentingnya Fondasi Data

Vice President Divisi AI dan Big Data Analytics PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Robby Indarto, dalam sesi Expert Sharing pada kesempatan yang sama menekankan bahwa keberhasilan implementasi Agentic AI, salah satunya bergantung pada kesiapan data. Menurutnya, sebelum mengembangkan AI, termasuk Agentic AI, bank—tak terkecuali BPD—harus mempersiapkan datanya yang valid dan reliable, juga analytics-nya

“Di bank-bank besar seperti BNI, analytics itu ada dua jenis, yaitu data analytics atau business analytics dan data science. Data analytics berfokus pada apa yang sudah terjadi, sedangkan data science lebih maju lagi karena menggunakan data dan AI untuk membuat prediksi dan model cerdas, termasuk mengotomatisasi pengambilan keputusan,” jelasnya. 

Jadi, AI, lebih spesifik lagi Agentic AI, berperan penting dalam membangun organisasi menjadi lebih cerdas, lebih aman, lebih efisien, lebih personal, dan lebih otomatis. Multipolar Technology meyakini transformasi digital BPD akan semakin berdampak apabila dijalankan dengan fondasi teknologi semacam itu, apalagi disertai tata kelola yang baik sekaligus kolaborasi yang tepat antara industri perbankan dan jaringan mitra lainnya. 

“Agentic AI bisa menjadi akselerator transformasi BPD menuju organisasi yang lebih cerdas, aman, efisien, dan adaptif. Dengan pendekatan yang terukur serta fondasi teknologi yang kuat, Multipolar Technology berkomitmen menjadi mitra strategis BPD dalam menghadirkan inovasi digital yang berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan layanan kepada masyarakat,” pungkas Achmad.