Sektor hilirisasi mencakup 29,7% dari total investasi yang diperoleh Indonesia selama semester pertama tahun 2026, sebagaimana dijelaskan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam Konferensi Pers RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat DJP Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Rosan menjelaskan, realisasi investasi hilirisasi sebesar Rp300,1 triliun pada paruh pertama tahun ini, naik 6,9% secara tahunan (yoy) dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total realisasi investasi pada semester I tahun 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun.
Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap Cara Pemerintah Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6%
"Hilirisasi memegang peranan yang sangat penting karena kurang lebih hampir 30% atau tepatnya 29,7% investasi yang masuk itu berasal dari sektor hilirisasi, jumlahnya mencapai Rp300,1 triliun. Walaupun memang masih didominasi oleh hilirisasi mineral dengan Rp206,5 triliun. Kami juga mendorong hilirisasi di perkebunan, kehutanan, minyak dan gas bumi," ujarnya.
Secara rinci dijelaskan, sektor mineral mendominasi capaian investasi hilirisasi dengan total Rp206,5 triliun. Di sektor ini, Nikel menyumbang Rp71,0 triliun, diikuti Bauksit sebesar Rp53,8 triliun, Tembaga (Rp37,4 triliun), Besi Baja (Rp30,2 triliun), Pasir Silika (Rp5,9 triliun), dan sektor Lainnya (Rp8,2 triliun).
Sementara itu, Kelapa Sawit mendominasi capaian investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp29,5 triliun dari total Rp54,4 triliun di sektor ini. Capaian sawit diikuti oleh Kayu Log sebesar Rp16,3 triliun; Karet sebesar Rp5,0 triliun; serta sektor Lainnya yang terdiri dari pala, pinus, kelapa, kakao, dan biofuel sebesar Rp3,6 triliun.
Di sisi lain, hilirisasi minyak dan gas bumi sebesar Rp35,4 triliun serta sektor perikanan dan kelautan sebesar Rp3,8 triliun.
"Sesuai rencana kerja pemerintah tahun 2027, target investasi yang ditargetkan kepada kami tahun depan adalah Rp2.322 triliun. Naik dari target tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun. Ini adalah bagian dari target yang kurang lebih Rp13.032 triliun pada 5 tahun ke depan dari 2025 sampai 2029," ujar Rosan.
Terkait fokus program hilirisasi, Pemerintah Indonesia disebut Rosan akan berfokus pada kapasitas perizinan dengan mengintegrasikan 18 kementerian dan lembaga dalam satu wadah. "Fokus program hilirisasi kami ke depan adalah lebih memberikan kapasitas perizinan. Sekarang kami sedang mengintegrasikan 18 kementerian dan lembaga untuk secara langsung terintegrasi dalam sistem kami," pungkasnya.