dr. Bobby mengatakan, penanganan penyakit jantung rematik bergantung pada kondisi pasien dan tingkat kerusakan katup jantung. Salah satu langkah penting adalah mencegah serangan demam rematik berulang melalui pemberian antibiotik profilaksis sesuai indikasi dan rekomendasi dokter.

Selain itu, kondisi katup jantung juga perlu dievaluasi secara berkala untuk menentukan penanganan yang sesuai.

“Jika kondisi katupnya sudah mengalami kebocoran ataupun penyempitan yang sudah cukup berat, ini memang indikasi untuk operasi perbaikan atau pergantian katup di kemudian hari,” katanya.

Meski demikian, lanjut dr. Bobby, tidak semua pasien penyakit jantung rematik membutuhkan operasi. Keputusan tindakan medis ditentukan berdasarkan tingkat keparahan kelainan katup, gejala, serta hasil pemeriksaan dan evaluasi dokter spesialis jantung.

dr. Bobby pun mengingatkan pentingnya upaya pencegahan sejak dini, terutama melalui perhatian orang tua terhadap kesehatan anak, lingkungan tempat tinggal, serta kebersihan diri.

Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik, aktivitas fisik rutin, dan menjaga kesehatan anak merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang. Namun, langkah-langkah tersebut bukan pengganti pencegahan dan pengobatan infeksi tenggorokan yang tepat.

“Jadi untuk Bapak-Ibu semua yang hari ini melihat, coba perhatikan bagaimana kondisi gizi dari anak-anaknya, lingkungan dan kebersihan, dan juga dikuatkan imun anak dengan rutin, mungkin berolahraga dan aktif, dan jangan sampai obesitas, bro,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan, masyarakat perlu lebih memahami kaitan antara infeksi tenggorokan dan penyakit jantung rematik. Orang tua sebaiknya membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan, serta mengikuti pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran tenaga medis.

“Jadi lebih baik mengobati dan melakukan tindakan preventif supaya infeksi tenggorokannya tidak berkembang menjadi penyakit jantung rematik,” pungkasnya.

Baca Juga: Sebelum Ikut Event Lari, Ini 5 Pemeriksaan Jantung yang Disarankan Dokter