Growthmates, penyakit jantung tak selalu berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah koroner. Ada pula penyakit jantung rematik (rheumatic heart disease) yang dapat menyerang anak-anak usia sekolah dan berisiko menyebabkan kerusakan katup jantung.

Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan infeksi tenggorokan pada anak. Sebab, infeksi tertentu yang tidak ditangani dengan tepat dapat memicu respons kekebalan tubuh yang justru menyerang jaringan tubuh sendiri, termasuk katup jantung.

Saat berbincang dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram @dante.harbuwono, Kamis (5/11/2026), dr. Bobby menuturkan bahwa penyakit jantung rematik masih menjadi hal yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak dan kelompok usia muda.

“Mungkin banyak masyarakat yang belum tahu, bro. Kalau rematik biasanya diidentikkan dengan nyeri sendi. Tapi perkenyataannya ada satu penyakit jantung yang justru diderita oleh anak-anak kita yang masih usia sekolah,” tutur dr. Bobby.

dr. Bobby melanjutkan, penyakit jantung rematik berbeda dari penyakit jantung koroner. Pada kondisi ini, gangguan terutama dapat terjadi pada katup jantung akibat reaksi peradangan setelah infeksi tenggorokan oleh bakteri Streptococcus grup A.

Infeksi tersebut dapat memicu demam rematik akut, yakni kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan tubuh sendiri. Jika katup jantung terdampak, kerusakan dapat berkembang menjadi penyakit jantung rematik.

“Jadi kalau mereka mengalami infeksi tenggorokan biasa, infeksi ini menyebabkan tubuh membentuk antibodi yang justru menyerang katup anak tersebut. Ini kita sebut dengan penyakit jantung rematik,” jelasnya.

Kerusakan katup jantung akibat penyakit ini dapat berupa kebocoran atau penyempitan. Jika tidak ditangani, gangguan tersebut bisa memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Baca Juga: Penyakit Jantung Koroner Jadi Kasus Terbanyak di Heartology, Begini Cara Sederhana Deteksi Dini Menurut Ahli

dr. Bobby mengatakan, penanganan penyakit jantung rematik bergantung pada kondisi pasien dan tingkat kerusakan katup jantung. Salah satu langkah penting adalah mencegah serangan demam rematik berulang melalui pemberian antibiotik profilaksis sesuai indikasi dan rekomendasi dokter.

Selain itu, kondisi katup jantung juga perlu dievaluasi secara berkala untuk menentukan penanganan yang sesuai.

“Jika kondisi katupnya sudah mengalami kebocoran ataupun penyempitan yang sudah cukup berat, ini memang indikasi untuk operasi perbaikan atau pergantian katup di kemudian hari,” katanya.

Meski demikian, lanjut dr. Bobby, tidak semua pasien penyakit jantung rematik membutuhkan operasi. Keputusan tindakan medis ditentukan berdasarkan tingkat keparahan kelainan katup, gejala, serta hasil pemeriksaan dan evaluasi dokter spesialis jantung.

dr. Bobby pun mengingatkan pentingnya upaya pencegahan sejak dini, terutama melalui perhatian orang tua terhadap kesehatan anak, lingkungan tempat tinggal, serta kebersihan diri.

Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik, aktivitas fisik rutin, dan menjaga kesehatan anak merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang. Namun, langkah-langkah tersebut bukan pengganti pencegahan dan pengobatan infeksi tenggorokan yang tepat.

“Jadi untuk Bapak-Ibu semua yang hari ini melihat, coba perhatikan bagaimana kondisi gizi dari anak-anaknya, lingkungan dan kebersihan, dan juga dikuatkan imun anak dengan rutin, mungkin berolahraga dan aktif, dan jangan sampai obesitas, bro,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan, masyarakat perlu lebih memahami kaitan antara infeksi tenggorokan dan penyakit jantung rematik. Orang tua sebaiknya membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan, serta mengikuti pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran tenaga medis.

“Jadi lebih baik mengobati dan melakukan tindakan preventif supaya infeksi tenggorokannya tidak berkembang menjadi penyakit jantung rematik,” pungkasnya.

Baca Juga: Sebelum Ikut Event Lari, Ini 5 Pemeriksaan Jantung yang Disarankan Dokter