Teknologi Artificial Intelligence (AI) telah diterapkan dalam sistem pendidikan pada sektor pariwisata sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik melalui penguatan kurikulum.
Travel + Leisure Co menjalin kolaborasi dengan Swiss German University (SGU) untuk mengembangkan ekosistem pendidikan adaptif mengikuti tren global dalam standar kompetensi terbaru melalui forum grup diskusi (FGD), sebuah kolaborasi yang bertujuan mendukung generasi muda.
Area General Manager & Resort Operation Travel + Leisure Co, Indra Budiman mengatakan bahwa semakin terbukanya globalisasi tidak ada lagi batas di antara negara, sehingga kompetensi dan kesiapan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja dunia perhotelan di Indonesia menjadi sangat krusial.
Baca Juga: Mandarin Oriental Jakarta Raih ASEAN Green Hotel Standard 2026-2028 serta Penghargaan Lainnya
“Pengenalan secara dini untuk para pekerja dan future leaders dari dunia perhotelan mengenai AI sudah tidak bisa terpisahkan dari esensinya, sehingga harus tetap dilakukan dan dipersiapkan melalui sertifikasi” ucapnya pada Kamis (9/4/2026).
Program yang dikembangkan merupakan pendidikan jenjang S1 bidang manajemen, khususnya manajemen hotel dan pariwisata. Kurikulum ini dirancang dengan menggabungkan pembelajaran akademik dan pengalaman kerja nyata di industri perhotelan melalui program Teaching Factory (TF).
Selama menempuh pendidikan, Mahasiswa diwajibkan menjalani praktik di laboratorium SGU sebelum menjalankan program TF “Selama dua semester Mahasiswa memperoleh kesempatan bekerja di Hotel, khususnya Hotel Wyndham Jakarta. Hal ini menjadikan mereka setelah lulus akan semakin siap bekerja dan memiliki pengalaman melalui teaching factory ini” tambah Assoc. Prof. Dr. Dipl-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, Rektor Swiss German University.
Teaching factory berbeda dari program magang, salah satu modul yang diterapkan oleh SGU di Hotel Wyndham Jakarta yaitu manajemen berbasis AI bersama tim IT untuk mengimplementasikan chat box otomatis yang keamanan dan kerahasiaan pengunjung akan selalu terlindungi.
“Perlindungan data tamu telah menjadi bagian dari peraturan perusahaan, seluruh data yang dikelola pada akhirnya telah melalui proses enkripsi sehingga terjamin keamanannya” tutup Samuel.