Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Rimbawan, menjelaskan bahwa pemenuhan gizi anak perlu memperhatikan lebih dari sekadar jumlah asupan.

“Kebutuhan gizi bayi dan anak harus dipenuhi sesuai tahapan usia, karena setiap fase pertumbuhan memiliki kebutuhan yang berbeda. Yang berperan penting dalam tumbuh kembang bukan hanya jumlah asupan, tetapi juga kualitas, keseimbangan, dan konsistensi pemberian zat gizi sejak dini sesuai Pedoman Gizi Seimbang,” ujar Prof. Rimbawa dalam keterangannya seperti dikutip, Minggu (10/5/2026).

Seiring berkembangnya inovasi nutrisi anak di berbagai negara, perhatian terhadap kualitas susu sebagai bahan baku utama juga semakin meningkat. Salah satu aspek yang mulai banyak dikaji adalah profil lemak susu dan pengaruhnya terhadap toleransi pencernaan anak.

Baca Juga: Dampak Mispersepsi Kental Manis sebagai Susu

Di Australia dan Selandia Baru, Food Standards Australia New Zealand mengatur standar komposisi formula bayi, mulai dari sumber protein, persyaratan komposisi zat gizi, hingga ketentuan pelabelan. Hal tersebut menunjukkan bahwa aspek bahan baku dan formulasi menjadi bagian penting dalam pengawasan kategori nutrisi anak.

Perhatian serupa juga terlihat di sejumlah pasar lain seperti Tiongkok. Transparansi sumber susu dan karakteristik bahan baku kini menjadi bagian dari diskusi pengembangan produk nutrisi anak. Tren global ini menunjukkan bahwa pengembangan nutrisi anak tidak hanya mempertimbangkan pemenuhan kandungan gizi sesuai regulasi, tetapi juga pemilihan serta proses pengolahan bahan baku.