Pemenuhan gizi anak masih menjadi perhatian penting bagi para orang tua. Namun kini, pembahasan mengenai nutrisi anak tidak lagi hanya berfokus pada banyaknya asupan makanan atau tambahan kandungan gizi semata.
Para ahli menilai kualitas bahan baku, keseimbangan nutrisi, hingga proses pengolahan juga menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan gizi anak perlu dipenuhi secara bertahap sesuai usia.
Baca Juga: 7 Makanan dengan Kalsium Lebih Tinggi dari Segelas Susu
Pemenuhan nutrisi dimulai dari pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, lalu dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang mampu memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, serta mikronutrien yang terus meningkat seiring pertumbuhan anak.
ASI sendiri dikenal mengandung berbagai komponen penting yang mendukung tumbuh kembang bayi. Meski demikian, dalam kondisi tertentu tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara optimal karena berbagai alasan. Dalam situasi tersebut, pilihan nutrisi lain termasuk susu formula bayi dapat diberikan sesuai indikasi medis dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Rimbawan, menjelaskan bahwa pemenuhan gizi anak perlu memperhatikan lebih dari sekadar jumlah asupan.
“Kebutuhan gizi bayi dan anak harus dipenuhi sesuai tahapan usia, karena setiap fase pertumbuhan memiliki kebutuhan yang berbeda. Yang berperan penting dalam tumbuh kembang bukan hanya jumlah asupan, tetapi juga kualitas, keseimbangan, dan konsistensi pemberian zat gizi sejak dini sesuai Pedoman Gizi Seimbang,” ujar Prof. Rimbawa dalam keterangannya seperti dikutip, Minggu (10/5/2026).
Seiring berkembangnya inovasi nutrisi anak di berbagai negara, perhatian terhadap kualitas susu sebagai bahan baku utama juga semakin meningkat. Salah satu aspek yang mulai banyak dikaji adalah profil lemak susu dan pengaruhnya terhadap toleransi pencernaan anak.
Baca Juga: Dampak Mispersepsi Kental Manis sebagai Susu
Di Australia dan Selandia Baru, Food Standards Australia New Zealand mengatur standar komposisi formula bayi, mulai dari sumber protein, persyaratan komposisi zat gizi, hingga ketentuan pelabelan. Hal tersebut menunjukkan bahwa aspek bahan baku dan formulasi menjadi bagian penting dalam pengawasan kategori nutrisi anak.
Perhatian serupa juga terlihat di sejumlah pasar lain seperti Tiongkok. Transparansi sumber susu dan karakteristik bahan baku kini menjadi bagian dari diskusi pengembangan produk nutrisi anak. Tren global ini menunjukkan bahwa pengembangan nutrisi anak tidak hanya mempertimbangkan pemenuhan kandungan gizi sesuai regulasi, tetapi juga pemilihan serta proses pengolahan bahan baku.
Prof. Rimbawan menambahkan bahwa kualitas sumber nutrisi merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung masa pertumbuhan anak.
“Dalam perspektif gizi, kualitas sumber nutrisi menjadi salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan. Susu segar sebagai bahan baku utama secara alami mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, dan vitamin B2 yang berperan dalam pemenuhan gizi anak usia di atas 1 tahun sesuai tahapan tumbuh kembang,” tambahnya.
Baca Juga: Ini Jenis Susu Terbaik untuk Diet, Kata Ahli Gizi Bisa Bakar Lemak Lebih Cepat
Selama ini, susu sapi dikenal sebagai salah satu sumber zat gizi penting. Namun seiring berkembangnya ilmu pangan dan gizi, perhatian terhadap susu sapi kini tidak lagi hanya sebatas sebagai bahan baku umum, melainkan juga pada bagaimana kualitas sumber susu dan karakter zat gizi di dalamnya dapat berkontribusi dalam inovasi produk nutrisi anak.
Kehadiran inovasi susu formula dengan komposisi utama dari susu segar diharapkan dapat mendorong pemahaman yang lebih luas bagi orang tua. Dengan begitu, pembahasan mengenai nutrisi anak tidak berhenti pada tambahan zat gizi semata, tetapi juga berkembang pada pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai mutu bahan baku, sumber susu, serta proses pengolahannya.