Risiko Strategi DCA yang Perlu Dipahami

Meski memiliki banyak kelebihan, strategi DCA tetap memiliki risiko yang perlu dipahami investor. Salah satunya adalah ketika pasar mengalami penurunan dalam waktu yang panjang.

Dalam kondisi tersebut, nilai portofolio tetap bisa tertekan meskipun pembelian aset dilakukan secara bertahap dan konsisten.

Selain itu, terdapat pula risiko opportunity cost, yaitu potensi keuntungan yang terlewat jika harga kripto justru langsung melonjak tajam setelah investasi dimulai, karena dalam kondisi seperti ini strategi lump sum dapat menghasilkan keuntungan lebih cepat dibandingkan DCA.

Oleh sebab itu, investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko yang baik, termasuk melakukan diversifikasi ke berbagai instrumen investasi lain seperti saham, obligasi, atau aset lainnya agar risiko dapat lebih terkelola.

Tips Memilih Aset Crypto untuk DCA

Karena strategi DCA umumnya diterapkan dalam jangka panjang, pemilihan aset menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.

Aset yang dipilih sebaiknya memiliki ketahanan proyek yang baik, yakni sudah lama hadir di pasar dan memiliki rekam jejak yang kuat, seperti Bitcoin atau Ethereum.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan tren dan sentimen pasar dengan melihat perkembangan komunitas, pemberitaan, serta pandangan investor terhadap proyek tersebut.

Investor juga disarankan memperhatikan metrik pasar, seperti volume perdagangan, tingkat likuiditas, dan riwayat pergerakan harga guna menilai potensi aset dalam jangka panjang.

Dalam praktik investasi, strategi DCA sering dibandingkan dengan metode lump sum investing, yaitu strategi menempatkan dana besar sekaligus ke dalam satu investasi.

Metode lump sum memiliki potensi keuntungan yang lebih besar jika harga aset segera mengalami kenaikan setelah pembelian dilakukan.

Namun, strategi ini juga memiliki risiko tinggi apabila pembelian dilakukan saat harga berada di puncak pasar.

Sebaliknya, strategi DCA lebih cocok bagi investor yang menginvestasikan modal secara bertahap karena membantu mengurangi risiko salah menentukan waktu masuk pasar dan terasa lebih nyaman untuk investasi jangka panjang.

Pada akhirnya, pilihan strategi terbaik tetap bergantung pada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing investor.

Platform yang Mendukung DCA di Indonesia

Kini strategi DCA semakin mudah diterapkan karena banyak platform telah menyediakan fitur pembelian otomatis.

Salah satu aplikasi di Indonesia yang menawarkan layanan ini adalah Pintu melalui fitur Auto DCA, yang memungkinkan pengguna membeli aset kripto secara otomatis dengan nominal tetap sesuai jadwal yang dipilih, baik harian, mingguan, maupun bulanan, tanpa perlu melakukan transaksi manual setiap saat.

Fitur ini sangat cocok bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi secara rutin, investor yang ingin membangun disiplin dalam menabung aset, serta investor jangka panjang yang ingin tetap berinvestasi tanpa harus stres memantau pergerakan pasar setiap waktu.

Cara Menggunakan Fitur Auto DCA di Pintu

Fitur Auto DCA juga memungkinkan pengguna membeli beberapa aset kripto sekaligus dalam satu jadwal investasi rutin, sehingga portofolio dapat dibangun secara lebih terdiversifikasi.

Misalnya, dari dana investasi sebesar Rp1.000.000 per bulan, investor dapat mengalokasikan 60% untuk Bitcoin, 20% untuk Ethereum, dan 20% untuk aset kripto lainnya sesuai strategi investasi masing-masing.

Untuk menggunakannya, pengguna cukup membuka aplikasi Pintu dan memilih menu Auto DCA atau Nabung Rutin, kemudian membuat jadwal nabung rutin baru dengan memilih aset kripto yang ingin dibeli secara berkala.

Setelah itu, pengguna menentukan nominal pembelian beserta jadwal investasinya, lalu melakukan konfirmasi transaksi.

Dengan sistem otomatis ini, investor dapat membangun portofolio jangka panjang secara lebih mudah, konsisten, dan tanpa perlu melakukan pembelian manual setiap periode.

Baca Juga: Waspada Kejahatan Siber, PINTU Imbau Pengguna Android Unduh Aplikasi Resmi di Google Play