Growthmates, sarapan sering disebut sebagai waktu makan terpenting dalam sehari. Tak heran jika banyak orang mencari menu yang praktis, mengenyangkan, sekaligus bernutrisi untuk memulai aktivitas.

Salah satu pilihan yang paling populer adalah oat. Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering diperdebatkan: lebih sehat overnight oats atau oatmeal yang dimasak?

Keduanya sama-sama terbuat dari oat dan kaya akan serat, vitamin, serta mineral. Meski begitu, cara penyajian yang berbeda membuat keduanya memiliki karakteristik dan manfaat yang tidak sepenuhnya sama.

Mengenal Overnight Oats dan Oatmeal Hangat

Overnight oats merupakan menu sarapan dingin yang dibuat dengan merendam rolled oats dalam susu, yogurt, atau campuran keduanya selama sekitar 6–8 jam di dalam lemari es.

Proses perendaman membuat oat menjadi lembut tanpa perlu dimasak. Biasanya, overnight oats disajikan bersama buah segar, biji chia, kacang-kacangan, atau madu sebagai pelengkap.

Sementara itu, oatmeal hangat dibuat dengan memasak oat menggunakan air atau susu hingga teksturnya menjadi lembut dan kental.

Untuk rolled oats, proses memasaknya hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh menit, sedangkan steel-cut oats memerlukan waktu lebih lama. Setelah matang, oatmeal biasanya disajikan dengan tambahan buah, kayu manis, madu, atau kacang-kacangan.

Mana yang Lebih Sehat?

Baik overnight oats maupun oatmeal hangat sama-sama merupakan pilihan sarapan yang bergizi. Namun, proses pengolahannya membuat keduanya memberikan manfaat yang sedikit berbeda.

Overnight oats cenderung memiliki indeks glikemik yang lebih rendah karena tidak melalui proses pemanasan. Artinya, oat dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus memberikan rasa kenyang dan energi yang bertahan lebih lama.

Selain itu, proses perendaman juga membantu mengurangi kandungan antinutrien tertentu yang secara alami terdapat pada oat. Kondisi ini dapat membantu tubuh menyerap mineral penting seperti zat besi, magnesium, dan kalsium dengan lebih optimal.

Di sisi lain, oatmeal yang dimasak memiliki keunggulan tersendiri. Panas dari proses memasak memecah pati sehingga teksturnya menjadi lebih lunak dan lebih mudah dicerna. Karena itu, oatmeal hangat sering menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi orang dengan sistem pencernaan yang sensitif.

Meski demikian, karena lebih cepat dicerna, oatmeal hangat juga dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah lebih cepat dibandingkan overnight oats.

Perbedaan Rasa dan Tekstur

Selain manfaat kesehatannya, keduanya juga menawarkan pengalaman makan yang berbeda.

Overnight oats memiliki tekstur lembut dan kental menyerupai puding dengan sensasi dingin yang menyegarkan. Sementara itu, oatmeal hangat memiliki tekstur yang creamy dengan cita rasa hangat yang memberikan rasa nyaman, terutama saat cuaca dingin atau di pagi hari.

Pilihan terbaik pada akhirnya bergantung pada selera masing-masing.

Baca Juga: 6 Menu Sarapan Terbaik untuk Perlancar BAB Selain Oatmeal, Mau Coba Besok Pagi?