OREO kembali menggelar program OREO Berbagi Seru untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan. Melalui program tersebut, OREO akan mengajak 7.000 siswa di tujuh provinsi Indonesia, termasuk wilayah 3T dan marginal untuk terlibat aktif dalam pembelajaran menyenangkan.
Melalui program tersebut, OREO mendukung terwujudnya Generasi SERU, yakni solutif, eksploratif, responsif, dan unggul. Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, mengungkapkan bahwa OREO Berbagi Seru menjadi bagian dari kontribusi OREO di bidang pendidikan. Program tersebut dinilai selaras dengan purpose OREO yaitu menghubungkan dunia melalui kegembiraan dengan mengubah proses belajar menjadi momen-momen penuh keseruan.
"Komitmen ini antara lain terwujud melalui penyelenggaraan program ‘OREO Berbagi’ sejak 2024, berupa rangkaian inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, khususnya orang tua, guru dan anak, melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi," ungkapnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, tahun ini OREO ingin mendukung fokus Pemerintah dengan berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di beberapa wilayah 3T dan marginal. Adapun nantinya, program OREO Berbagi Seru akan digelar di tujuh provinsi Indonesia, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
"Kami berharap para siswa bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan seru secara lebih merata dan inklusif sehingga mereka memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU, generasi masa depan yang mencerminkan karakter anak yang future-ready," tambah Anggya.
Lebih lanjut, OREO menggandeng sejumlah mitra strategis dalam pelaksanaan program tersebut. Salah satu mitra tersebut ialah Indonesia Mengajar yang secara khusus mengembangkan seperangkat alat-alat pembelajaran di bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris untuk dimanfaatkan oleh seluruh ekosistem pendidikan di berbagai penjuru Indonesia.
"Seluruh alat pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan belajar sambil bermain agar mampu memberikan pengalaman belajar yang seru bagi siswa, guru maupun orang tua," lanjutnya lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Rita Pranawati selaku Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T mengapresiasi inisiatif OREO dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah 3T dan marginal. Ia mengatakan, di beberapa wilayah tersebut, anak-anak masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan serta akses terhadap media pembelajaran yang beragam.
"Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan, media pembelajaran, serta penguatan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan (joyful)," jelas Rita.
Ia juga mendorong partisipasi aktif orang tua melalui peningkatan literasi dan dukungan sumber daya agar semakin optimal dalam mendampingi anak.