Eks politisi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menyentil Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni atas pernyataanya yang menyebut asap kebakaran hutan tak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Itu adalah pernyataan yang disampaikan Raja Juli menanggapi asap kebakaran yang sudah masuk ke beberapa negara tetangga. 

Anas Urbaningrum  meminta Raja Juli tidak banyak berkelit dan mencari-cari alasan atau memberi pernyataan yang tak substansial.

Sebaliknya ia berharap Raja Juli dan jajarannya bekerja lebih keras lagi dan fokus memadamkan titik api, itu jauh lebih dihargai masyarakat ketimbang memberi pernyataan kontroversial yang memantik polemik. 

Baca Juga: Kebakaran Hutan Ganggu Negara Tetangga, Raja Juli: Asap Nggak Punya KTP!

“Kita dukung dan hargai kerja keras untuk mengatasi masalah karhutla ini. Fokus saja untuk melanjutkan kerja keras dengan makin terkoordinasi, sistematis, masif dan terarah, sehingga makin efektif. Tidak perlu dengan penjelasan yang mengundang potensi residual, seperti arah angin, asap tak beridentitas, atau sejenisnya,” kata Anas dilansir Olenka.id Rabu (2/8/2026).

Penjelasan panjang lebar mengenai arah angin serta asap yang dipaparkan Raja juli kata Anas sama sekali tidak ada gunanya, yang terpenting saat ini adalah fokus memadamkan titik api seraya memikirkan solusi untuk mencegah kebakaran hutan berulang di kemudian hari. 

“Asap ke arah mana pun, bergerak atau tidak bergerak jauh, yang penting adalah bagaimana mengatasi titik apinya. Untuk saat ini. Dan lebih penting agar tahun-tahun berikutnya keadaan menjadi lebih baik. Tidak menjadi ‘masalah tahunan’ yang seperti selalu ‘jatuh ke lubang yang sama’,” ujarnya. 

Sebelumnya, Raja Juli Antoni santai menanggapi dampak kebakaran hutan (karhutla) Kalimantan mulai mengganggu negara-negara tetangga, asap kebakaran hutan itu diketahui telah menyebar hingga ke Malaysia dan Singapura. 

Menurut Raja Juli, asap kebakaran itu bisa menyebar kemana saja lantaran tak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tak hanya itu dia mengatakan kebakaran hutan tidak terjadi di Indonesia, kejadian yang sama juga berlangsung di negara-negara lain, jadi bisa saja asap itu berasal dari kebakaran hutan di negara mereka sendiri.  Bahkan kata dia asap kebakaran di negara tetangga juga berpotensi masuk ke Indonesia. 

"Dan boleh dilihat ya, mungkin di sini (SiPongi) tidak terbaca. Kebakaran itu tidak terjadi di kita saja. Di Serawak itu juga terjadi kebakaran hutan, cuma arah angin kebetulan, arah anginnya kebetulan memang naik ke atas," kata Raja Juli.

“Kalau seandainya arah anginnya dari sini (ke bawah), ini menurut teman-teman dari LH juga, ini kebakaran yang terjadi di sana juga akan masuk ke Indonesia. Karena memang asap nggak ada KTP-nya kira-kira gitu," sambungnya.

Baca Juga: Beber Alasan Jarang Pimpin Demonstrasi Lagi, Habib Rizieq: Setan Sama Setan Sedang Berkelahi, Kita Gelar Tikar Nonton!

Raja Juli tak begitu memusingkan masalah asap yang masuk ke negara tetangga, dia menyebut saat ini pihaknya fokus pada keselamatan masyarakat 

"Pak Presiden mengatakan kepada kita, fokus utama pemerintah Indonesia di dalam penanganan karhutla adalah untuk keselamatan rakyat Indonesia," ujarnya.