Nanik Sudaryati Deyang mendadak mengumumkan mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik memilih melepas jabatan yang baru diemban beberapa bulan itu dengan alasan kesehatan.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum memberi pernyataan resmi, namun Nanik telah mengumumkan pengunduran dirinya lewat media sosial pribadinya.

Baca Juga: Nanik Deyang Jangan Bikin Prabowo Malu

Naniek mengaku mundur karena harus menjalankan pengobatan di luar negeri karena sakit jantung yang dideritanya.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026) saya berangkat," demikian pernyataan Nanik.

Pengunduran diri Nanik telah diutarakan ke Presiden Prabowo Subianto yang mengamini permintaan tersebut. Namun Kepala Negara memintanya untuk tetap membantu pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ungkapnya.

Tak Ada Motif Politik 

Dalam pernyataan pengunduran dirinya Naniek juga sempat mengklarifikasi isu yang menyerang MBG. Dimana program kesayangan Presiden Prabowo itu disebut-sebut syarat bermotif politik. 

Nanik dengan tegas membantah tudingan tersebut. Dia mengatakan MBG adalah program yang murni lahir dari kesungguhan hati Prabowo yang memang sedari dulu bertekad memperbaiki gizi anak-anak Indonesia tak ada embel-embel politik di dalamnya.

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yg bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu," tegas Nanik.

Naniek menutup pernyataannya dengan harapan agar masyarakat dapat menerima program MBG sebagai langkah mulia untuk masa depan bangsa. Ia juga sempat berkelakar mengenai trauma mengelola anggaran secara langsung, sehingga lebih memilih peran pengawasan di masa depan.

Baca Juga: Prabowo Klaim RI Punya Sistem Perlindungan Sosial Terkuat di Dunia: 74 Juta Orang Dapat MBG, We Are Rich!

"Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akuttt)," pungkasnya.