Saat cuaca panas dan lembap, keringat berlebih serta bau badan sering kali menjadi masalah utama yang mengganggu rasa percaya diri. Bagi sebagian besar orang, mengoleskan deodoran di pagi hari sesaat sebelum keluar rumah adalah rutinitas yang lumrah.
Namun, melansir dari laman Health, menurut Prof. Ida Orengo, MD, dokter spesialis kulit dan kepala departemen dermatologi di Baylor College of Medicine, kebanyakan orang ternyata keliru dalam menentukan waktu pemakaian yang tepat. Efektivitas produk sangat bergantung pada pemahaman beda fungsi antara deodoran dan antiperspiran.
Baca Juga: Bikin Glowing dan Awet Muda! Ini 6 Bahan Skincare Paling Worth It Rekomendasi Dokter Kulit
Beda Deodoran dan Antiperspiran
Sebelum menentukan jam pemakaian, penting untuk memahami perbedaan cara kerja kedua produk ini:
- Deodoran (Pengontrol Bau): Berfungsi menyamarkan bau badan akibat bakteri. Produk ini tidak menghentikan produksi keringat.
- Antiperspiran (Pengontrol Keringat): Mengandung bahan berbasis aluminium yang bekerja menyumbat kelenjar keringat sementara agar ketiak tetap kering.
Kapan Waktu Terbaik untuk Mengaplikasikannya?
1. Antiperspiran Paling Efektif Dipakai di Malam Hari
Waktu terbaik mengoleskan antiperspiran adalah di malam hari sebelum tidur. Saat tidur, kelenjar keringat dalam kondisi paling tenang/pasif, sehingga kandungan aluminium dapat meresap sempurna ke dalam saluran keringat. Efek perlindungannya dapat bertahan hingga 24 jam, bahkan setelah kamu mandi di pagi harinya.
2. Deodoran Digunakan pada Kulit yang Baru Dibersihkan
Deodoran bisa digunakan kapan saja, tetapi syarat utamanya adalah harus dioleskan pada kulit ketiak yang bersih dan kering. Menumpuk deodoran di atas kulit ketiak yang sudah berkeringat justru akan mengurung bakteri dan membuat bau badan makin menyengat.