Menurut dr. Ronald, layanan tersebut didukung tim dokter bedah jantung yang memiliki kompetensi khusus dalam operasi bypass minimal invasif, yakni dr. Wirya Ayu Graha, dr. Marolop Pardede, serta dr. Bimo Kusumo, Sp.BTKV, Subsp. JD (K), FIATCVS, FICS, MARS.
Kehadiran tim multidisiplin menjadi faktor penting dalam memberikan penanganan yang menyeluruh bagi pasien penyakit jantung.
Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini juga terlihat dari asal pasien yang tidak hanya berasal dari Jakarta dan wilayah penyangga, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk luar Pulau Jawa.
Manfaat pendekatan minimal invasif turut dirasakan langsung oleh para pasien. Novi Cahyono (57), misalnya, mengaku sempat terkejut saat mengetahui dirinya harus menjalani operasi bypass akibat penyumbatan pembuluh darah koroner.
Namun, tiga bulan setelah menjalani MICS CABG, ia sudah kembali menjalani aktivitas fisik ringan.
"Tiga bulan setelah operasi, saya sangat bersyukur sudah bisa beraktivitas normal, olahraga kecil seperti jalan pagi dan lari-lari kecil. Operasi ini tidak hanya menyelamatkan jantung saya, tetapi juga membuat kualitas hidup saya menjadi lebih baik," terang Novi.
Pengalaman positif juga disampaikan Gwie Yu Gwan (64). Setelah sempat mempertimbangkan menjalani operasi di luar negeri, ia akhirnya memilih menjalani MICS CABG di Mitra Keluarga Kelapa Gading dan mengaku proses pemulihannya berlangsung lebih nyaman dari yang dibayangkan.
"Setelah operasi tidak terlalu sakit, tidak ada keluhan. Semakin hari kondisi saya semakin enak," katanya.
Melalui Heart & Vascular Center, Mitra Keluarga Kelapa Gading terus memperkuat layanan kardiovaskular yang mencakup deteksi dini, diagnosis, tindakan bedah, hingga rehabilitasi pasien.
Rumah sakit berharap semakin banyak masyarakat memperoleh penanganan penyakit jantung sejak dini sehingga peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien dapat terus meningkat.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, dr. Ronald menegaskan bahwa pengembangan layanan MICS CABG akan terus dilakukan agar lebih banyak pasien dapat merasakan manfaat teknologi bedah jantung modern.
"Keberhasilan menangani lebih dari 100 pasien dalam satu tahun terakhir semakin memperkuat komitmen kami sebagai salah satu pionir layanan MICS CABG di Indonesia. Kami ingin semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap operasi bypass jantung minimal invasif dengan pemulihan yang lebih cepat," tutupnya.
Baca Juga: Kardio atau Angkat Beban, Mana yang Lebih Baik untuk Jantung? Ini Kata Dokter