Penyakit jantung bawaan kerap dikaitkan dengan bayi yang lahir dengan kelainan pada jantung. Namun, tak sedikit orang yang baru mengetahui dirinya mengidap penyakit jantung bawaan ketika beranjak remaja, bahkan saat dewasa.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah penyakit jantung bawaan yang baru terdiagnosis saat dewasa berbeda dengan yang diketahui sejak lahir?

Mengutip dari Healthline pada Jumat (24/07/2026), secara medis, jawabannya tidak. Keduanya merupakan kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang telah terbentuk sejak janin masih berada di dalam kandungan. Perbedaannya terletak pada waktu kelainan tersebut mulai menimbulkan gejala dan akhirnya terdeteksi.

Baca Juga: Waspada! Kebiasaan Ini Bisa Menghilangkan Perlindungan Alami Jantung pada Wanita

Pada sebagian bayi, kelainan yang terjadi cukup berat sehingga gejalanya langsung terlihat sejak lahir. Sementara itu, pada sebagian orang lain, kelainan bersifat ringan sehingga tidak menimbulkan keluhan selama bertahun-tahun.

Gejala yang Berbeda

Penyakit jantung bawaan yang terdeteksi sejak bayi umumnya menunjukkan gejala lebih jelas. Bayi dapat mengalami kulit, bibir, atau kuku yang tampak kebiruan (sianosis), napas cepat, kesulitan menyusu, hingga berat badan yang sulit bertambah.

Sebaliknya, pada orang dewasa, gejala cenderung lebih samar dan kerap diabaikan. Keluhan yang sering muncul antara lain mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas atau berolahraga, jantung berdebar, hingga pingsan tanpa penyebab yang jelas.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Diam-diam Menyehatkan Jantung Menurut Ahli Kardiologi

Dampak pada Tubuh

Kemudian, perbedaan juga terlihat dari dampaknya terhadap tubuh. Pada bayi dan anak-anak, penyakit jantung bawaan dapat menghambat tumbuh kembang akibat pasokan oksigen yang tidak optimal. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan fisik anak.

Sementara itu, pada orang dewasa, dampaknya lebih banyak dirasakan dalam aktivitas sehari-hari. Penderita biasanya lebih cepat lelah dan memiliki kemampuan fisik yang lebih terbatas dibandingkan orang pada umumnya.

Jenis Kelainan yang Sering Ditemukan

Selanjutnya, jenis kelainan jantung bawaan yang ditemukan juga cenderung berbeda. Pada bayi, dokter lebih sering menemukan kelainan yang kompleks atau berukuran besar, seperti Ventricular Septal Defect (VSD) dan Tetralogy of Fallot (TOF), yang langsung memengaruhi aliran darah.

Sedangkan pada orang dewasa, kelainan yang paling sering ditemukan umumnya berupa lubang kecil pada sekat jantung, seperti Atrial Septal Defect (ASD) dan Patent Foramen Ovale (PFO). Karena ukurannya kecil, banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga menjalani pemeriksaan kesehatan.

Risiko Komplikasi

Meski berasal dari kondisi yang sama, komplikasi yang ditimbulkan dapat berbeda. Pada bayi, penyakit jantung bawaan berisiko menyebabkan gagal jantung dan infeksi saluran pernapasan berulang apabila tidak segera ditangani.

Baca Juga: Kardio atau Angkat Beban, Mana yang Lebih Baik untuk Jantung? Ini Kata Dokter

Sementara pada orang dewasa, jantung yang bekerja lebih keras dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko aritmia, gagal jantung kronis, stroke, hingga hipertensi pulmonal atau tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru.

Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Penanganan penyakit jantung bawaan bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi pasien. Pada bayi dengan kelainan berat, tindakan operasi atau kateterisasi biasanya dilakukan sedini mungkin untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.

Sedangkan pada pasien dewasa, penanganan dapat berupa prosedur penutupan lubang pada jantung melalui kateter, operasi, atau terapi obat untuk membantu mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi.

Jangan Abaikan Gejala

Penyakit jantung bawaan merupakan salah satu kelainan bawaan yang paling sering terjadi. Kondisi ini diperkirakan dialami oleh 8-10 bayi dari setiap 1.000 kelahiran hidup. Di Indonesia, jumlah kasus baru diperkirakan mencapai 40.000 hingga 50.000 bayi setiap tahun.

Namun, tidak semua penderita langsung mengetahui dirinya memiliki kelainan jantung. Karena itu, penting untuk mewaspadai gejala seperti mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas, jantung berdebar, atau sering pingsan tanpa sebab yang jelas.

Deteksi dan pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyakit jantung bawaan lebih cepat, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.