Meta resmi meluncurkan Small Business Growth Academy (SBGA) di Indonesia sebagai bagian dari inisiatif regional yang hadir di 12 pasar Asia Pasifik.

Program ini digelar bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan UKMIndonesia.id untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital guna meningkatkan daya saing bisnis.

Melalui program ini, sebanyak 150 pelaku UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta akan mengikuti rangkaian pelatihan, workshop, mentoring, hingga pembelajaran langsung yang berfokus pada pemanfaatan AI dalam pemasaran digital, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses ke pasar internasional.

Peluncuran SBGA dilakukan di Bandung pada Rabu (8/7/2026) dan menjadi salah satu langkah Meta dalam memperkuat transformasi digital UMKM Indonesia. Program ini hadir di tengah semakin tingginya minat pelaku usaha terhadap teknologi AI.

Berdasarkan riset Deloitte dalam laporan AI for Business: APAC Trends, sebanyak 78 persen UMKM di Indonesia telah menggunakan sedikitnya satu perangkat berbasis AI. Bahkan, 82 persen di antaranya berencana meningkatkan adopsi AI dalam waktu dekat, sementara 86 persen menyatakan bahwa AI mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

Melihat tren tersebut, Meta ingin membantu pelaku usaha mengubah ketertarikan terhadap AI menjadi keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Country Director Meta untuk Indonesia, Pieter Lydian, mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan lagi memperkenalkan AI kepada UMKM, melainkan membantu mereka menggunakannya secara nyata untuk mengembangkan usaha.

"Usaha kecil dan menengah di Indonesia sudah tertarik dengan AI, bagian tersulitnya adalah mengubah ketertarikan tersebut menjadi penggunaan sehari-hari yang percaya diri. Kami percaya masa depan adalah untuk semua orang, bukan hanya pemain besar. Dengan Small Business Growth Academy, kami dapat memberikan keterampilan AI praktis langsung kepada pemilik usaha dan membantu lebih banyak dari mereka menjangkau pelanggan di luar perbatasan Indonesia," tutur Pieter, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (9/7/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta akan mempelajari pemanfaatan berbagai solusi bisnis Meta, seperti fitur iklan berbasis AI, Meta Business Agent, dan WhatsApp Business.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha menjangkau pelanggan baru dengan lebih efektif, mengoptimalkan iklan menggunakan AI, mengotomatiskan interaksi dengan pelanggan, hingga memperluas peluang penjualan ke pasar internasional melalui strategi pemasaran lintas negara.

Baca Juga: Shopee dan Meta Luncurkan Kemitraan Afiliasi di Instagram

Meta juga mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi AI pada platform bisnisnya telah memberikan hasil yang terukur.

Bisnis yang beriklan melalui platform Meta mencatat rata-rata Return on Ad Spend (ROAS) sebesar 3,10 kali, sementara penggunaan solusi berbasis AI seperti Advantage+ mampu meningkatkan ROAS rata-rata hingga 22 persen, sehingga pengiklan dapat menjangkau audiens yang lebih tepat.

Kementerian Perdagangan menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai upaya mempercepat transformasi digital UMKM Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal S. Shofwan, mengungkapkan bahwa penggunaan produk dalam negeri terus menunjukkan tren positif.

Menurutnya, pada penyelenggaraan Harbolnas 2025, transaksi produk lokal mencapai 46 persen atau senilai Rp16,6 triliun dari total transaksi selama periode tersebut. Momentum ini dinilai perlu diperkuat melalui strategi promosi digital yang semakin efektif.

Kemendag juga menilai ekosistem Meta mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal hingga rata-rata 40 persen.

Karena itu, kolaborasi bersama Meta, UKMIndonesia.id, dan Evermos diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang ekonomi baru melalui pemasaran digital berbasis AI sekaligus memperluas akses UMKM ke pasar global melalui jaringan Perwakilan Perdagangan Indonesia di berbagai negara.

Selain memberikan pelatihan, Meta turut menghadirkan kisah sukses pelaku UMKM Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan bisnisnya.

Salah satunya adalah Imago Raw Honey, produsen madu asal Bogor yang berhasil memperluas pasar hingga ke luar negeri melalui berbagai solusi bisnis Meta.

Founder Imago Raw Honey, Henry Hidayat, mengatakan teknologi menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan bisnisnya dari skala lokal hingga mampu memasok hotel berbintang lima dan menjangkau pelanggan di berbagai negara.

"Teknologi telah memainkan peran penting dalam perjalanan pertumbuhan kami. Solusi bisnis Meta membantu kami berkembang dari melayani pelanggan lokal menjadi pemasok hotel berbintang lima serta menjangkau pelanggan di berbagai negara. Solusi ini juga memungkinkan kami untuk membagikan kisah, terhubung dengan audiens yang tepat, dan membangun kepercayaan pelanggan di setiap tahap perjalanan mereka," ujar Henry.

Menurut Meta, keberhasilan Imago Raw Honey menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang ekspor dan memperluas jangkauan pasar.

Ke depan, peserta Small Business Growth Academy juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan Kementerian Perdagangan untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus berbagi pengalaman memanfaatkan AI dalam mengembangkan usaha.

Baca Juga: Orang Tua Kini Bisa Lebih Tenang, Meta Perbarui Fitur Keamanan Akun Remaja