Selain itu, Ghita menyarankan agar mulai mengalokasikan sebagian pendapatan untuk investasi. Ia menilai porsi investasi yang nyaman berada di kisaran 10 hingga 30 persen dari penghasilan, tentu dengan tetap menyesuaikan kondisi keuangan masing-masing.

"Yang pertama, buat tujuan keuangannya. Yang kedua, pos investasi yang nyaman adalah 10-30% dari pendapatan," jelasnya.

Tak kalah penting, Ghita juga menekankan agar masyarakat tetap memberi perhatian besar pada pos tabungan.

Menurutnya, kebiasaan menabung merupakan fondasi penting untuk membangun ketahanan finansial, terutama ketika menghadapi kebutuhan mendesak atau kondisi yang tidak terduga.

Ia juga mendorong masyarakat untuk menyusun rencana keuangan yang lebih komprehensif sekaligus terus mempelajari berbagai instrumen investasi.

Dengan memahami karakteristik setiap instrumen, kata Ghita, seseorang dapat memilih investasi yang sesuai dengan tujuan, profil risiko, dan jangka waktu yang dimiliki.

"Yang ketiga, fokus terhadap pos saving. Yang keempat, buat rencana lebih lengkap dan pelajari instrumen investasi," pungkas Ghita.

Baca Juga: 4 Tips Jitu Pisahkan Uang Pribadi dan Usaha Biar Gak Boncos