Growthmates, banyak orang menganggap makan malam adalah penyebab utama kenaikan berat badan hingga obesitas. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, penyebab utama obesitas bukan semata-mata waktu makan, melainkan jumlah total kalori yang dikonsumsi setiap hari.

Prof. Zubairi menuturkan, seseorang tidak akan langsung mengalami obesitas hanya karena makan pada malam hari.

Selama asupan kalori harian masih sesuai dengan kebutuhan tubuh, kata dia, makan malam bukanlah faktor utama yang menyebabkan berat badan melonjak.

"Kalau hanya makan malam saja, terus pagi dan siangnya makannya sedikit, ya tidak bisa bikin obesitas. Jadi yang penting total kalori yang masuk ke tubuh kita," jelas Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Rabu (15/7/2026).

Prof. Zubairi menambahkan, yang sering kali menjadi masalah adalah kebiasaan mengonsumsi makanan berkalori tinggi di luar waktu makan utama.

Dikatakannya, camilan seperti kue, gorengan, jajanan pasar, hingga makanan berat seperti mi goreng, bakso, pizza, atau hidangan bersantan seperti tongseng dapat membuat total asupan kalori harian menjadi berlebihan.

"Selain makan tiga kali, juga total snack-nya. Kalau snack-nya kue, goreng-gorengan, jajanan pasar, kemudian setelah makan masih ditambah mi goreng, mi bakso, pizza, atau tongseng, total kalori yang masuk ke tubuh kita akan banyak. Kalau ditambah dengan makan malam, cenderung berat badannya naik," jelasnya.

Baca Juga: Dokter Tirta Bagikan 3 Tips Tetap Bugar Meski Begadang Nonton Piala Dunia