Beberapa hari sebelum melepas jabatan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa merombak signifikan jajaran pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (BJBC). Namun, tak lama setelah posisi Menkeu berganti kepada Suahasil Nazara, muncul permintaan dari Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama kepada Suahasil Nazara untuk membatalkan perombakan tersebut.
Perihal permintaan tersebut, Menkeu Suahasil Nazara menyebut bahwa jajaran Kementerian Keuangan mulai membahas usulan yang disampaikan oleh Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai. Meski demikian, ia belum bisa memberi jawaban pasti apakah akan menerima usulan pembatalan tersebut atau tidak.
"Sudah itu, itu sedang dibicarakan," singkat Suahasil di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9/2026) lalu.
Lebih lanjut, Suahasil meminta publik untuk menunggu keputusan final terkait perombakan pejabat di lingkungan Kemenkeu ini.
Baca Juga: Dengar Keluhan Pengusaha, Suahasil Nazara Beri Syarat Ini untuk Cairkan Restitusi Pajak
"Nanti aja, kalau sudah (final)," tambahnya.
Informasi bahwa usulan pembatalan perombakan tersebut juga diamini oleh Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto. Kepada media, Bimo menyebut bahwa hal tersebut masih akan dibahas dalam rapat. Hanya saja, ia menekankan perombakan yang terjadi rotasi yang umum terjadi.
"Rotasi biasa, rotasinya biasa. Ini mau saya rapatin," pungkas Bimo.
Dalam kesempatan yang sama, Bimo juga merespons soal nama-nama ajaib yang ada dalam daftar perombakan pejabat di lingkungan DJP dan DJBC tersebut. Dengan sedikit bergurau, ia enggan menyebut pasti siapa nama-nama ajaib yang dimaksud.
"Nama ajaib? Ajaib, ajaib, ajaib, ajaib," kata Biomo.