Presiden Prabowo Subianto berencana menambah sistem persenjataan (alutsista) bagi TNI Angkatan Udara demi mempertebal pertahanan nasional.
Kepala Negara memastikan penambahan kekuatan militer bakal terus dilakukan secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Jokowi Blusukan Keliling Indonesia, PDI-P Wanti-wanti Prabowo
"Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita," kata Presiden Prabowo usai menyerahkan sejumlah alutsista baru kepada TNI di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta dilansir Selasa (19/5/2026).
Penambahan alutsista jelas membutuhkan anggaran yang tak sedikit, di sisi lain kondisi ekonomi Indonesia sekarang ini kian tak menentu di tengah gejolak global yang tak berkesudahan mesti menjadi pertimbangan tersendiri.
Terkait kondisi keuangan negara sekarang ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) masih sangat memadai untuk mengakomodasi rencana tersebut.
"Kami perkuat terus (pertahanan) darat, lautan, udaranya. Saya kan bagian bayar saja, kami bayar," kata Purbaya.
Misi memperkuat pertahanan nasional bukanlah rencana yang baru digodok semalam. Menurut Purbaya rencana ini telah disiapkan jauh-jauh hari dengan mempertimbangkan sejumlah skenario.
Dia memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk memuluskan agenda tersebut tanpa mengganggu anggaran program prioritas lainnya seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi, hingga belanja pembangunan lainnya.
Bendahara negara itu juga memastikan defisit APBN tetap terjaga di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB), sehingga belanja pertahanan tidak akan mengganggu program pembangunan lainnya.
"Dengan ini sudah kami hitung, defisitnya di bawah 3% untuk PDB. Jadi enggak usah khawatir. Semuanya sudah kami hitung dengan baik," papar Purbaya.
Baca Juga: Dampak Fluktuasi Dolar Terhadap Masyarakat Pedesaan
Anggaran Kementerian Pertahanan dalam APBN 2026 tercatat sekitar Rp 187,1 triliun, termasuk untuk pengadaan dan modernisasi alutsista TNI. Meski belum memerinci besaran anggaran pertahanan 2027, Purbaya menegaskan pemerintah berkomitmen terus memperkuat kemampuan pertahanan nasional.