Peran perempuan dalam kegiatan filantropi semakin mendapat perhatian di Indonesia. Tidak hanya berkontribusi dalam keluarga dan dunia profesional, banyak perempuan kini mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, hingga pembangunan masyarakat.
Kehadiran perempuan dalam gerakan filantropi dinilai membawa pendekatan yang lebih inklusif, empatik, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui berbagai program bantuan, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan fasilitas publik, perempuan turut menjadi penggerak perubahan sosial yang berdampak nyata.
Salah satu contoh dapat dilihat dari aktivitas sosial yang dilakukan pengusaha perempuan Indonesia, Sandiana Soemarko. Melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan dukungan terhadap pembangunan fasilitas masyarakat, ia menunjukkan bahwa keberhasilan di dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.
Baca Juga: Ruang Bertumbuh dan Belajar bagi Perempuan, Women's Space ParagonCorp Jaring 60 Peserta Terpilih
Di antara banyaknya kontribusi, salah satunya yang mendapat perhatian adalah dukungannya terhadap pembangunan Kapela St. Antonius Padua di Fatumetan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu percepatan pembangunan rumah ibadah yang diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan spiritual masyarakat setempat.
Menurut Sandiana, rumah ibadah memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat berdoa.
“Saya percaya bahwa setiap orang berhak memiliki tempat yang layak untuk beribadah dan membangun kebersamaan. Ketika kita membantu menghadirkan fasilitas yang lebih baik, kita juga ikut mendukung tumbuhnya harapan dan semangat masyarakat,” ujar Sandiana Soemarko di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: The Story Of Hadir di Brightspot Market, Ajak Perempuan Tampil Bebas dan Percaya Diri
Selain mendukung pembangunan fasilitas keagamaan, Sandiana juga terlibat dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kemanusiaan yang bertujuan membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat maupun proses pemulihan pascabencana.
Keterlibatan perempuan dalam filantropi memiliki arti penting karena tidak hanya menghadirkan bantuan material, tetapi juga membangun solidaritas sosial dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus, perempuan menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka.
Aktivitas filantropi yang dijalankan Sandiana juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta, komunitas lokal, dan lembaga sosial. Dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses penyaluran bantuan, manfaat yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat secara efektif dan tepat sasaran.
Tren meningkatnya partisipasi perempuan dalam kegiatan sosial menunjukkan bahwa perempuan kini semakin banyak hadir sebagai pengambil keputusan, penggerak komunitas, sekaligus pelaku filantropi yang mampu memberikan dampak luas bagi lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Ritual Perawatan Kulit Perempuan Bali yang Terjaga dari Generasi ke Generasi
Bagi Sandiana, keberhasilan dalam dunia usaha seharusnya tidak hanya diukur dari pertumbuhan dan keuntungan, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Bisnis bukan hanya tentang pertumbuhan dan keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Jika kita memiliki kesempatan untuk membantu, maka sudah sepatutnya kesempatan itu dimanfaatkan untuk kebaikan bersama,” tutur Sandiana.
Pandangan tersebut menjadi gambaran bagaimana perempuan dapat memadukan kesuksesan profesional dengan tanggung jawab sosial. Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama menjadi nilai yang semakin relevan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Di tengah kebutuhan akan pembangunan yang lebih inklusif, peran perempuan dalam filantropi menjadi salah satu kekuatan penting yang mampu mendorong perubahan positif.