Faik Fahmi kembali menjadi sorotan setelah resmi dipercaya memimpin PT Pelita Air Service sebagai Direktur Utama. Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya di industri transportasi nasional, khususnya sektor penerbangan yang telah lama menjadi bidang keahliannya.
Bagi pelaku industri aviasi, Faik Fahmi bukan sosok baru. Selama lebih dari dua dekade, ia dikenal sebagai profesional yang memiliki pengalaman memimpin sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), mulai dari maskapai penerbangan, pengelola bandara, hingga perusahaan transportasi penyeberangan.
Rekam jejak tersebut membuat penunjukannya sebagai orang nomor satu di Pelita Air dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing maskapai milik PT Pertamina (Persero) di tengah persaingan industri penerbangan nasional.
Baca Juga: Profil Dendy Kurniawan, Eks Dirut Pelita Air yang Kini Jadi Direktur Komersial KAI
Faik Fahmi merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Bina Nusantara yang diselesaikannya pada 2020. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi dalam membangun karier panjang di sektor transportasi dan aviasi.
Karier profesionalnya dimulai di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sebelum menduduki kursi direksi, Faik pernah menjabat sebagai General Manager Garuda Indonesia untuk wilayah Yogyakarta dan Denpasar. Pengalaman tersebut memperkuat pemahamannya mengenai operasional maskapai sekaligus peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
Puncak kariernya di Garuda Indonesia terjadi saat dipercaya menjadi Direktur Layanan pada periode 2012-2014. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab meningkatkan kualitas pelayanan penumpang di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin kompetitif.
Setelah meninggalkan Garuda Indonesia, Faik melanjutkan karier di PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha. Di perusahaan pengelola bandara tersebut, ia berperan dalam pengembangan bisnis dan layanan komersial, termasuk mendukung pengoperasian sejumlah proyek strategis di sektor kebandarudaraan.
Baca Juga: Serba-Serbi Rencana Merger Garuda Indonesia dan Pelita Air
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Di perusahaan penyeberangan tersebut, Faik dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis hingga akhirnya menjabat sebagai Direktur Utama.
Selama memimpin ASDP, ia mendorong transformasi digital melalui penerapan sistem tiket elektronik di lintasan Merak-Bakauheni sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Nama Faik Fahmi semakin dikenal ketika dipercaya menjadi Direktur Utama PT Angkasa Pura I pada akhir 2017. Masa kepemimpinannya diwarnai berbagai tantangan, mulai dari pengembangan layanan bandara hingga menghadapi tekanan besar akibat pandemi COVID-19 yang melanda industri penerbangan global.
Saat PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II resmi diintegrasikan menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Faik kembali dipercaya memimpin perusahaan hasil penggabungan tersebut. Ia berperan dalam proses transformasi pengelolaan bandara nasional agar lebih terintegrasi, efisien, dan mampu meningkatkan daya saing industri aviasi Indonesia.
Selain memimpin InJourney Airports, sejak Januari 2026 Faik juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Aviation Association (IAA), organisasi yang mewadahi para pelaku industri penerbangan nasional.
Pada Juli 2026, Faik Fahmi resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pelita Air Service menggantikan Dendy Kurniawan. Penunjukan tersebut mendapat sambutan positif dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA).
Dalam pernyataan resminya, INACA menyampaikan harapan agar kepemimpinan Faik mampu memperkuat pertumbuhan Pelita Air sekaligus meningkatkan kontribusi maskapai tersebut dalam memperkuat konektivitas dan industri penerbangan nasional.
Sebagai maskapai yang berada di bawah naungan PT Pertamina (Persero), Pelita Air dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas jaringan penerbangan domestik sekaligus meningkatkan kualitas layanannya. Pengalaman Faik memimpin berbagai perusahaan transportasi dinilai menjadi modal penting untuk melanjutkan transformasi tersebut.
Perjalanan karier Faik Fahmi menunjukkan konsistensinya dalam memimpin transformasi di sektor transportasi. Mulai dari meningkatkan layanan maskapai, mengembangkan bisnis kebandarudaraan, hingga mendorong digitalisasi layanan penyeberangan, hampir setiap posisi yang diembannya berkaitan dengan upaya memperkuat konektivitas nasional.
Kini, tantangan baru menantinya di Pelita Air. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi udara yang aman, efisien, dan berkualitas, pengalaman panjang Faik Fahmi di industri aviasi menjadi modal penting untuk membawa Pelita Air tumbuh semakin kompetitif.
Penunjukannya sebagai Direktur Utama tidak hanya menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya, tetapi juga mencerminkan kepercayaan terhadap sosok pemimpin yang telah lama berkontribusi dalam pengembangan sektor transportasi Indonesia.
Dengan rekam jejak tersebut, publik kini menantikan langkah-langkah strategis Faik Fahmi dalam memperkuat posisi Pelita Air di industri penerbangan nasional.