Nama Fahri Hamzah sudah lama dikenal sebagai salah satu tokoh yang kerap mewarnai dinamika politik nasional. Gaya bicaranya yang lugas dan sikapnya yang vokal membuatnya sering menjadi sorotan publik dalam berbagai isu.
Kini, kiprahnya memasuki babak baru. Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sekaligus mengemban peran sebagai Komisaris Bank BTN sejak 26 Maret 2025.
Perjalanan kariernya ini menunjukkan langkah Fahri dari parlemen menuju lingkar kekuasaan eksekutif dan sektor strategis. Dengan pengalaman panjang serta karakter yang tegas, Fahri tetap menjadi figur yang diperhitungkan.
Dan, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (18/4/2026), berikut Olenka rangkum profil singkat Fahri Hamzah.
Latar Belakang
Fahri Hamzah lahir di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 10 November 1971. Ia tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan sebagai putra dari H. Hamzah Ahmad dan Nurjannah.
Dalam kehidupan pribadinya, ia menikah dengan Farida Briani pada 1996 dan dikaruniai lima orang anak.
Lingkungan keluarga yang kuat membentuk fondasi nilai yang kemudian tercermin dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Jejak Pendidikan dan Aktivisme
Perjalanan pendidikan Fahri dimulai dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di Sumbawa, sebelum melanjutkan ke Fakultas Pertanian Universitas Mataram pada awal 1990-an.
Namun, Fahri kemudian berpindah ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan berhasil meraih gelar sarjana, dilanjutkan dengan pendidikan magister di bidang Ilmu Kebijakan Publik di kampus yang sama.
Di masa kuliah inilah benih aktivisme dan kepemimpinannya mulai tumbuh.
Dikutip dari Inilah.com, nama Fahri mulai dikenal luas ketika aktif sebagai aktivis mahasiswa di Universitas Indonesia.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum Studi Islam di Fakultas Ekonomi serta memimpin Departemen Penelitian dan Pengembangan Senat Mahasiswa UI pada 1996–1997.
Peran pentingnya semakin terlihat saat turut berkontribusi dalam pendirian Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dan dipercaya sebagai Ketua I pada periode 1998–1999. Keterlibatannya dalam gerakan Reformasi 1998 menempatkannya sebagai salah satu aktivis yang aktif dalam perubahan politik nasional saat itu.
Dari Reformasi ke Kursi Parlemen
Pasca-Reformasi, Fahri memulai karier formalnya di pemerintahan sebagai staf ahli di Majelis Permusyawaratan Rakyat pada 1999–2002, terlibat dalam pembahasan penting terkait amendemen UUD 1945.
Dikutip dari Inilah.com, karier politiknya kemudian melesat setelah terpilih sebagai anggota DPR RI pada 2004 melalui Partai Keadilan Sejahtera.
Ia terus terpilih dalam beberapa periode dan aktif di berbagai komisi strategis seperti Komisi III, VI, dan VII.
Puncak karier legislatifnya terjadi ketika ia dipercaya menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2014–2019.
Posisi ini membuat Fahri semakin dikenal luas karena pernyataan-pernyataannya yang tajam dalam menyikapi isu nasional.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya, ia mengambil langkah baru dengan mendirikan dan bergabung dalam Partai Gelora bersama Anis Matta, dan sejak 2019 menjabat sebagai Wakil Ketua Umum partai tersebut.
Baca Juga: Profil Yuliot Tanjung dan Jejak Kariernya hingga Jadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Menembus Eksekutif
Di pemerintahan, kiprah Fahri kembali berlanjut. Dikutip dari Tempo, per Maret 2025 ia mengemban dua jabatan strategis sekaligus, yakni sebagai Wakil Menteri PKP dalam Kabinet Merah Putih dan Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Ia dilantik sebagai wakil menteri oleh Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024, lalu diangkat sebagai komisaris BTN melalui RUPST pada 26 Maret 2025.
Penghargaan
Selain kiprah politik dan pemerintahan, Fahri juga pernah menerima penghargaan bergengsi. Dikutip dari Tempo, ia dianugerahi Bintang Mahaputera Nararya oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Agustus 2020 sebagai bentuk apresiasi atas jasanya selama menjabat Wakil Ketua DPR RI.
Penghargaan ini menjadi salah satu tanda pengakuan negara atas kontribusinya dalam sistem ketatanegaraan.
Kekayaan
Dari sisi kekayaan, dikutip dari Sindonews, Fahri tercatat memiliki harta sebesar Rp7,58 miliar berdasarkan LHKPN yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 1 Agustus 2014 saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009–2014.
Namun, hingga sekarang belum terdapat pembaruan laporan kekayaan Fahri yang dipublikasikan ke publik.
Update Terbaru
Di luar aktivitas formal, Fahri dikenal aktif di media sosial. Melalui akun Instagram dan X dengan nama @fahrihamzah serta halaman Facebook pribadinya, ia kerap membagikan pandangan politik, aktivitas keseharian, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Di Instagram, ia memiliki 761 ribu pengikut dengan ribuan unggahan, menjadikannya salah satu politisi yang cukup aktif di ruang digital.
Dan, dikutip dari Kompas.com, Jumat (17/4/2026), Fahri juga sempat mengungkap dinamika kerja kabinet. Ia menilai standar kinerja yang ditetapkan Presiden Prabowo sangat tinggi.
“Tuntutan untuk menjadi eksekutornya Pak Prabowo jauh lebih tinggi daripada presiden yang lain, karena standar Pak Prabowo sudah tinggi,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa presiden tidak menginginkan laporan yang tidak akurat, bahkan menirukan pernyataan Prabowo, “Saya sudah tua. Saya mau meninggal dalam keadaan rakyat miskin sudah enggak ada.”
Terkait isu reshuffle, Fahri menegaskan hal tersebut merupakan hak prerogatif presiden.
Baca Juga: Mengenal Sosok Ossy Dermawan, Wakil Menteri ATR/BPN