Ahli Serangga Memimpin Kebijakan Gizi
Meski berlatar belakang entomologi, Dadan membawa perspektif baru dalam kebijakan pangan nasional. Ia mendorong diversifikasi sumber pangan, termasuk pemanfaatan sumber protein alternatif seperti serangga di daerah yang memiliki tradisi konsumsi tersebut.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak harus selalu bertumpu pada nasi sebagai sumber karbohidrat utama. Jagung, singkong, hingga pisang rebus dapat menjadi alternatif sesuai potensi lokal masing-masing daerah.
Pendekatan ini dinilai sejalan dengan upaya pembangunan pangan berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Penghargaan
Dedikasi panjang Dadan Hindayana di bidang pendidikan, pertanian, dan pembangunan sumber daya manusia membuahkan berbagai penghargaan sejak awal kariernya hingga kini. Rangkaian apresiasi tersebut mencerminkan kontribusinya yang konsisten, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dikutip dari laman resmi BGN, pengakuan internasional pertama diterimanya pada 1992 dari Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa atas kontribusinya dalam pengembangan sektor pertanian.
Dua tahun kemudian, pada 1994, ia kembali memperoleh apresiasi dari Menteri PPN/Bappenas melalui penghargaan Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu, yang menegaskan kiprahnya dalam penguatan sistem pertanian nasional.
Pengabdian panjangnya di dunia pendidikan kemudian diakui melalui penganugerahan Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada 2007.
Pada 2016, Dadan juga dianugerahi gelar warga kehormatan oleh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, serta Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan dan pertanian di daerah.
Penghargaan atas masa bakti terus berlanjut dengan diterimanya Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2019 dan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun pada 2023 dari Presiden RI, menandai lebih dari tiga dekade pengabdiannya sebagai akademisi dan penggerak pembangunan pertanian.
Pengakuan terhadap kiprahnya di bidang kebijakan gizi nasional juga datang kemudian. Dikutip dari laman resmi IPB, Dadan Hindayana menerima Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Prabowo Subianto atas jasa luar biasa dalam penguatan kebijakan kesehatan dan gizi masyarakat melalui Badan Gizi Nasional.
Selanjutnya, dikutip dari Tribunnews, pada 2025 ia juga dianugerahi penghargaan People of the Year kategori Penggerak Gerakan Kesehatan Masyarakat oleh Metro TV, yang semakin menegaskan perannya dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.
Kekayaan
Data terbaru Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan total kekayaan Dadan mencapai sekitar Rp9 miliar.
Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan di wilayah Bogor senilai sekitar Rp5,9 miliar.
Tantangan dan Kontroversi Program MBG
Kepemimpinan Dadan di BGN juga menghadapi ujian besar ketika sejumlah kasus keracunan massal terjadi pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dikutip dari Tempo, baru-baru ini, Dadan pun menyampaikan permohonan maaf setelah ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami keracunan makanan pada Januari 2026.
Ia pun memastikan BGN melakukan investigasi terhadap dapur penyedia makanan serta memberikan sanksi berupa kartu kuning dan penghentian sementara operasional bagi penyedia yang melanggar prosedur.
BGN juga melakukan evaluasi menu dan sistem pengawasan agar program berjalan lebih aman dan higienis.
Baca Juga: Profil Perry Warjiyo, Anak Petani dari Sukoharjo yang Jadi Gubernur Bank Indonesia