Mayoritas masyarakat Indonesia sudah pasti familiar atau setidaknya tahu soal perusahaan pemberi dana pinjaman Kredivo. Perusahaan yang sudah berdiri sekitar satu dekade itu memberi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan dana instan.
Perusahaan kredit digital paylater dan pinjaman tunai itu kini menjadi salah satu perusahaan pemberi pinjaman online (pinjol) yang sudah dianggap ‘halal’ alias legal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Presiden Dirujak Habis-habisan Gegara Londo Ireng, Komdigi Langsung Pasang Badan Jadi Bumper Prabowo
Kredivo didirikan Akshay Garg pada 2016 silam, terhitung sejak perusahaan itu mencairkan pinjaman perdana. Kredivo di bawah naungan PT FinAccel Teknologi Indonesia / FinAccel.
Profil Akshay Garg
Mampu mendirikan dan mengembangkan Kredivo, Akshay Garg jelas bukan orang sembarangan. Pengusaha asal India itu merupakan pemegang gelar master ekonomi di Geneva Graduate Institute. Gelar itu ia rengkuh pada 2004 setelah menuntaskan studinya.
Akshay Garg juga tercatat menjadi salah satu jebolan Whitman College pada 2000 dan melanjutkan pendidikan di Yunnan University di China pada 2002.
Jauh sebelum mendirikan Kredivo, Akshay Garg terlebih dahulu merintis berbagai perusahaan salah satunya adalah FinAccel. Tujuannya mulia, yakni ingin memberikan layanan keuangan yang cepat, terjangkau, dan mudah diakses bagi masyarakat Asia Tenggara yang tidak mempunyai rekening bank.
Tak hanya itu, Akshay Garg juga mendirikan perusahaan lainnya yakni Komli Media, perusahaan teknologi media digital independen yang fokus pada layanan periklanan digital (ad tech), pemasaran media sosial, dan video digital di kawasan Asia Pasifik (APAC).
Akshay Garg mendirikan perusahaan itu tahun 2006 dan langsung membawa perusahaannya melejit. Komli Media menjadi perusahaan yang memelopori teknologi Real-Time Bidding (RTB) di Asia sebelum akhirnya divisi Asia Tenggara diakuisisi oleh Adknowledge pada tahun 2015.
Kesuksesannya membangun Kredivo menjadi bagian kecil dari perjalanan panjang Akshay Garg membangun kariernya sebagai pengusaha.
Jauh sebelumnya pria yang tumbuh besar di Singapura sejak usia 16 tahun itu mengawali karirnya sebagai Analis Bisnis Deloitte Consulting. Namun pekerjaan itu hanya ia jajal setahun terhitung sejak 2001-2002.
Setahun setelahnya ia bekerja sebagai Analis Riset Utama International Labour Organization, namun pekerjaan ini juga tak bertahan lama. Masuk di tahun 2003 Akshay Garg memilih meninggalkan perusahaan itu setahun setelahnya dan memutuskan mulai merintis usaha sendiri yang nyatanya langsung mendulang kesuksesan besar.
Baca Juga: Jokowi Terus Melakukan Tindakan Frustasi, Hasil Manuver Politiknya Nol Besar!
Di tengah kesibukannya sebagai pengusahaa, Akshay Garg masih menjadi penulis produktif, ia telah menulis berbagai artikel yang fokus pada pembahasan ekonomi.