Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, menegaskan bahwa kesuksesan tidak pernah ditentukan oleh satu faktor tunggal.
Dalam pandangannya, perjalanan menuju keberhasilan adalah kombinasi dari berbagai aspek, mulai dari pendidikan, keterampilan, hingga kemampuan membangun relasi.
Menurut Jahja, pendidikan tetap menjadi pondasi penting yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi generasi muda.
Ia mendorong agar keterampilan dan pembelajaran di bangku kuliah dimaksimalkan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa mengejar gelar akademik semata tanpa diimbangi pengalaman nyata bukanlah jalan terbaik.
“Teman-teman terutama yang muda-muda ya, skill itu penting, belajar di universitas itu penting, dikejar. Tetapi, bukan begitu S1 selesai mau kejar S2, mau kejar S3, S4, S5, gak tahu sampai S berapa gitu. S-nya makin banyak gitu kan. Nah, gak begitu, cari pengalaman, cari teman,” ungkap Jahja, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Senin 27/4/2026).
Pengalaman pribadi Jahja menjadi bukti nyata dari prinsip tersebut. Setelah 14 tahun menjabat sebagai Presiden Direktur BCA, ia kini memasuki peran baru sebagai Presiden Komisaris.
Dalam refleksinya, ia menyadari bahwa faktor terbesar yang berkontribusi pada kesuksesannya justru berasal dari jaringan relasi yang ia bangun selama ini.
Baca Juga: Jahja Setiaatmadja Ungkap Alasan Security hingga Pegawai Cabang BCA Ramah ke Nasabah
“Saya 14 tahun sebagai Presiden Direktur di BCA, sekarang baru belajar menjadi Presiden Komisaris. Selama sukses, yang tanda petik boleh dikata sukses, itu 70% adalah karena networking,” ungkapnya.
Lebih jauh, Jahja menekankan pentingnya kemampuan berinteraksi dengan orang lain tanpa terhalang oleh jabatan.
Sikap rendah hati dan mudah bergaul, menurutnya, menjadi kunci dalam membangun hubungan yang kuat dan saling mendukung.
“Kita dekat dengan orang, gampang berteman, meskipun jabatan tinggi tapi kita bisa get along with people, sederhana gitu, orang langsung welcome,” katanya.
Jahja pun menyimpulkan bahwa networking bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen krusial dalam kepemimpinan dan perjalanan karier.
“Ini banyak hal menolong untuk saya menjadikan networking itu salah satu hal yang sangat penting bagi jabatan saya juga dalam memimpin BCA,” tutup Jahja.
Baca Juga: Bukan Sekadar Target, Ini Alasan Jahja Setiaatmadja Rajin Ngobrol Personal dengan Tim