Presiden Komisaris PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, seorang leader mesti menaruh kepercayaan penuh terhadap bawahannya. Pemimpin tak boleh setengah hati soal mempercayai anak buahnya.
Pemimpin yang tak sepenuhnya percaya pada anak buah bakal khawatir mendelegasikan tugas kepada bawahannya. Ketidakpercayaan itu menjadi batu sandungan baik bagi leader maupun bawahan dalam mengembangkan diri.
Baca Juga: Jahja Setiaatmadja Tekankan Pentingnya Menghargai dan Melindungi Tim
Kendati fatal, namun sikap kurang percaya terhadap bawahan memang masih lazim terjadi di berbagai perusahaan. Bagi Jahja kondisi seperti ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut karena imbasnya merembet ke berbagai hal.
“Delegation of authority itu penting,” kata Jahja dilansir Olenka.id Senin (18/5/2026).
Umumnya rasa kurang percaya kepada bawahan dilatarbelakangi oleh kekhawatiran atasan kinerja anak buah, jangan sampai pekerjaan yang telah didelegasikan tak tuntas tepat waktu atau dalam perjalannya bawahan melakukan kesalahan mengerjakan tugas tersebut.
Perasaan was-was itu memang wajar, namun kesalahan bawahan juga tak boleh dipandang sebagai bencana. Itu adalah proses pembelajaran menuju pendewasaan.
Dengan demikian anak buah bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang membuat mereka menjadi karyawan yang tumbuh lebih matang untuk masa depan perusahaan.
Artinya ketika seorang atasan meragukan anak buahnya ia sedang mempersempit ruang belajar untuk anak buahnya sendiri.
“Orang nggak mungkin tidak pernah salah, pasti pernah salah. Tetapi kesalahan buat dia, kalau kita menegur baik-baik, memberi nasihat, memberi tahu apa kelemahan. It's a learning lesson. Pelajaran yang tidak mungkin dia bisa dapat. Karena kesalahan itu dia belajar,” ucap Jahja.
Keraguan atas kemampuan bawahan hanya menjadi penghambat bagi kemajuan perusahaan.
Bagi Jahja tugas seorang leader adalah membimbing bawahan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan lebih siap sesuai prinsip-prinsip perusahaan.
Jadi ketika mendelegasikan tugas kepada bawahan, leader harus aktif melakukan monitoring. Artinya komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan juga harus dibangun semaksimal mungkin.
Sayangnya hal-hal fundamental seperti itu jarang dilakukan para atasan. Mereka hanya tahu melempar tugas dengan penuh rasa sangksi, lalu menagihnya ketika tiba batas waktu yang diberikan.
“Jadi hal itu penting sekali untuk kita jaga, agar mereka itu dikawal juga, dan diberi kepercayaan,” ucapnya.
Baca Juga: Dampak Fluktuasi Dolar Terhadap Masyarakat Pedesaan
“Oh, ternyata dia sudah 80 persen sesuai keinginan kita. That's it, you bisa jalan sendiri. Kalau masih 50 persen salah, ya oke, you kita bimbing lagi, kita perlengkapi, kita persiapkan, ada training, segala macam. Dan ini melengkapi dia untuk selalu bisa lebih baik, lebih baik,” tambahnya memungkasi.