Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri memberikan kritik keras terkait kebijakan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan Pemerintahan Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan Megawati yang juga sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (17/8).

Ia turut menyoroti program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai diutak-atik oleh pihak tertentu. Karena itu, dirinya pun meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk tidak mengganggu program tersebut. 

Baca Juga: Megawati Geleng-Geleng, Indonesia Sudah Merdeka 81 Tahun tapi Pengangguran Tembus 7 Juta Orang

Baca Juga: SBY Tak Penuhi Undangan Prabowo, Megawati Masih Abu-abu

"Lah bayangkan sekarang, saya loh yang bikin BPJS. Tetapi sekarang mulai diotak-atik sepertinya, kenapa? Padahal saya bikin itu buat rakyat banyak, rakyat jelata yang kalau sakit itu tidak mudah mencari uang," terang Megawati.

Karena itu, ia meminta pemerintah untuk menambah alokasi anggaran BPJS Kesehatan agar manfaatnya semakin meluas dan dapat dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Megawati Blak-blakan Soal Isu Ijazah Palsu Jokowi: Dia Masuk PDI-P Cuma Modal KTP

"Tolong dengarkan ya Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan dan lain sebagainya. Tolonglah BPJS itu tetap ada dan ditambahlah uangnya bagi rakyat banyak," tegasnya.

Bebernya, ia mengaku jika pembentukan BPJS Kesehatan pada masa ia menjabat dilatarbelakangi oleh empati terhadap masyarakat miskin yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan di berbagai fasilitas.

Ia juga menegaskan bahwa akses terhadap pelayanan merupakan hak dasar rakyat seperti kesehatan, merupakan tanggung jawab negara untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.