Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengaku bingung dengan kondisi Indonesia saat ini lantaran angka pengangguran yang meroket di usia kemerdekaan bangsa ini yang ke-81 tahun. Dimana angka pengangguran di kalangan sarjana bahkan tembus hingga satu juta orang.
Data pengangguran ini telah dikonfirmasi Badan Pusat Statistik (BPS) dimana pengguguran di Indonesia per Mei 2026 tembus 7,22 juta penduduk dari jumlah itu 1.033.182 diantaranya merupakan lulusan diploma hingga doktoral.
Baca Juga: Megawati Murka Gegara PDI-P Dikatai Jadi Buzzer Penyeimbang: Bodoh, Nggak Pernah Baca Dia!
"Indonesia merdeka harus ditandai dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Bingung saya karena saya baru saja berapa hari ini diganggu oleh koran, karena katanya banyak orang-orang pintar itu tidak punya pekerjaan dan jumlahnya saya bingung kenapa katanya sampai sejuta. Ke mana mereka?" ungkapnya, dikutip Selasa (18/8).
Ia menegaskan telah menugaskan tim untuk menelusuri langsung ke lapangan guna mencari penyebab utama.
"Ini sedang saya suruh urus untuk melihat sebetulnya apa yang terjadi. Itulah jalan peradaban kita," tegas Megawati.
Megawati menekankan bahwa penciptaan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi adalah kunci agar pendidikan tidak berhenti hanya sebagai gelar, melainkan menjadi motor pembangunan.
Selain isu pengangguran, Megawati juga menyinggung kondisi politik dan hukum di Indonesia. Ia menilai penegakan hukum masih lemah karena adanya praktik penyalahgunaan kekuasaan.
Baca Juga: Prabowo Mesra dengan Keluarga Jokowi di HUT ke-81 RI , Banyak Haters Kejang-kejang!
"Jalan ini menuntut dukungan sistem politik, khususnya perwujudan Indonesia sebagai suatu negara hukum. Hukum itu harus ditegakkan, bukan seperti sekarang ini. Hukum yang ada tetap ada, tetapi yang namanya berkeadilan bagi semua tanpa adanya penyalahgunaan kekuasaan tidak berjalan dengan baik," pungkasnya.