Melvin menilai, memiliki penghasilan tinggi merupakan modal penting untuk membangun kekayaan, tetapi bukan satu-satunya faktor.
Seseorang yang memiliki pemasukan besar tetap perlu memiliki strategi untuk mengelola uang, melindungi aset, mengembangkan kekayaan, hingga mempersiapkan keberlanjutan finansial untuk keluarga.
Pasalnya, kemampuan menghasilkan uang dan kemampuan mengelola kekayaan merupakan dua hal yang berbeda.
“Karena bisa jadi, hari ini kamu sudah sangat baik dalam menghasilkan pemasukan, tapi belum tentu kamu sudah siap untuk melindungi kekayaan kamu,” kata Melvin.
Ia menambahkan, tantangan finansial justru dapat berubah ketika seseorang sudah berada pada tahap memiliki penghasilan dan aset yang besar.
Fokusnya tidak lagi hanya bagaimana meningkatkan pemasukan, tetapi juga bagaimana memastikan kekayaan tersebut tetap terjaga dan dapat berkembang.
“Belum tentu kamu sudah siap untuk mengembangkan kekayaan kamu, atau juga mungkin meneruskan kekayaan itu ke generasi berikutnya,” lanjutnya.
Karena itu, menurut Melvin, perjalanan menuju kondisi finansial yang mapan tidak seharusnya hanya berorientasi pada upaya meningkatkan pendapatan. Perencanaan juga perlu mencakup bagaimana seseorang mengelola hasil yang sudah diperoleh.
Dengan kata lain, menjadi kaya bukan sekadar persoalan berapa besar penghasilan yang diterima, tetapi juga bagaimana uang tersebut dikelola untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Baca Juga: 4 Prinsip Keuangan Warren Buffett yang Bisa Bantu Anda Jadi Lebih Kaya