Tunjangan Hari Raya (THR) kerap menjadi momen untuk memperbarui suasana rumah menjelang Idul Fitri. Namun, tanpa perencanaan yang matang, dana tambahan ini bisa habis untuk kebutuhan sesaat dan menyisakan beban setelah perayaan usai.

Mengacu pada artikel Media Keuangan Kementerian Keuangan, pengelolaan THR sebaiknya sudah dirancang sejak awal. Umumnya, alokasi THR dibagi ke beberapa pos, seperti 10–15% untuk kewajiban keagamaan, 10–20% untuk melunasi kewajiban jangka pendek, sekitar 40–50% untuk kebutuhan perayaan, serta 10–20% untuk tabungan atau dana cadangan. Artinya, THR tidak semestinya dihabiskan hanya untuk konsumsi jangka pendek, termasuk urusan rumah.

Melihat momentum ini, IKEA Indonesia membagikan lima langkah sederhana agar THR dapat dimanfaatkan untuk membuat rumah lebih nyaman dan fungsional—bukan sekadar tampil menarik saat Lebaran.

1. Perhatikan Apa yang Terjadi Saat Rumah Ramai

Lebaran membuat rumah “bekerja” lebih keras dari biasanya. Ruang tamu menjadi pusat aktivitas, meja makan cepat penuh, dan barang tambahan kerap tidak memiliki tempat penyimpanan yang jelas. Dari situ biasanya terlihat bagian mana yang kurang efisien.

Alih-alih sekadar mempercantik tampilan, momen ini bisa menjadi kesempatan mengevaluasi kebutuhan nyata. Misalnya, menambah meja lipat, kursi tambahan, atau rak portabel yang membantu aktivitas tetap lancar. Solusi seperti ini tetap relevan digunakan setelah Lebaran usai.

Baca Juga: Hadir di Shopee Mall, IKEA Indonesia Perluas Akses Belanja Digital

2. Buat Rencana Sebelum Berbelanja

Setelah mengetahui kebutuhan utama, langkah berikutnya adalah menyusun rencana. Catat prioritas, ukur ruang yang tersedia, dan pertimbangkan fungsi jangka panjang sebelum membeli.

Perencanaan membantu menghindari keputusan impulsif yang sering muncul saat melihat produk menarik di toko atau marketplace. Dengan begitu, THR dapat dialokasikan secara efisien untuk kebutuhan yang benar-benar mendukung aktivitas di rumah.

3. Bedakan Dekorasi dan Fungsi

Menjelang Lebaran, keinginan mempercantik rumah sering muncul bersamaan dengan kebutuhan memperbaiki fungsi ruang. Padahal, keduanya memiliki dampak berbeda dalam jangka panjang.

Menata ulang furnitur agar sirkulasi lebih lega, menambah pencahayaan di area tertentu, atau menyediakan ruang penyimpanan tambahan bisa memberi manfaat setiap hari. Sementara perubahan yang hanya bersifat estetika mungkin tidak lagi terasa penting setelah momen Lebaran berlalu.