Luka kecil seperti lecet, tergores, atau terjatuh merupakan hal yang umum dialami anak usia balita yang aktif bergerak. Meski tampak sepele, situasi ini kerap memicu kepanikan orang tua, terutama mereka yang baru pertama kali memiliki anak. Padahal, respons yang tenang serta penanganan tepat tidak hanya membantu mencegah risiko infeksi, tetapi juga memberi rasa aman bagi anak.

Isu tersebut menjadi sorotan dalam gelaran Popmama Birthday Bash 2026 yang berlangsung di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026). Dalam kesempatan itu, Betadine memperkenalkan Betadine Bening Antiseptik Spray dan Gel melalui kampanye #PakeYangBening, yang menekankan pentingnya perawatan luka anak tanpa rasa perih dan tanpa drama.

Baca Juga: Perjalanan 50 Tahun Betadine di Indonesia, Mendekatkan Diri Jadi Bagian Gaya Hidup Masyarakat

Anastasya Ratu Chaerani, Brand Manager Wound Care iNova Pharmaceuticals Indonesia, mengatakan bahwa inovasi produk terus dikembangkan mengikuti kebutuhan keluarga modern.

“Melalui Betadine Bening Antiseptik, kami menghadirkan inovasi yang efektif dan dapat digunakan untuk anak di bawah usia dua tahun. Kami percaya perawatan luka yang tenang dan nyaman adalah bagian dari bentuk kasih sayang orang tua,” ujarnya dalam sesi talkshow.

Produk tersebut mengandung Octenidine yang efektif melawan bakteri dan jamur berdasarkan uji laboratorium, serta Allantoin yang memiliki sifat antiinflamasi sekaligus membantu menjaga kelembapan kulit. Formula bening yang tidak menimbulkan rasa perih dirancang untuk meminimalkan ketidaknyamanan saat luka dibersihkan, khususnya pada kulit bayi dan balita yang lebih sensitif.

Baca Juga: Film Suka Duka Tawa: Debut Aco Tenriyagelli Olah Luka Keluarga Lewat Komedi

Dari perspektif medis, Lucky Yogasatria menjelaskan bahwa anak yang aktif secara alami memiliki risiko mengalami luka ringan.

“Anak yang sehat memang harus bereksplorasi. Risiko seperti terjatuh atau tergores itu bagian dari proses tumbuh kembang. Yang penting bukan melarang anak, tetapi orang tua tahu bagaimana menangani dengan benar,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan sebagai langkah awal penanganan.

Baca Juga: Kisah Ciputra dengan Luka Masa Lalu yang Bentuk Mental Pantang Menyerah dan Pemberani

“Yang paling penting dan paling susah adalah jangan panik. Kalau orang tua panik, anak ikut panik,” ujarnya.

Setelah itu, orang tua disarankan membersihkan luka dengan air mengalir, menggunakan antiseptik yang sesuai untuk kulit sensitif, menutup luka dengan kasa steril atau plester, lalu memastikan anak kembali merasa nyaman.

Ia juga membedakan fungsi antiseptik dan antibiotik, yakni antibiotik diberikan ketika luka sudah terinfeksi dan harus melalui resep dokter, sementara antiseptik digunakan untuk mencegah infeksi pada luka ringan yang belum menunjukkan tanda infeksi.

Pengalaman pribadi turut dibagikan Dewi Paramita, yang dikenal sebagai ibu muda. Ia mengaku sempat cemas saat pertama kali menghadapi luka kecil pada anaknya.

“Sebagai ibu baru, lecet kecil saja bisa bikin aku panik dan merasa bersalah kalau anak terlihat tidak nyaman,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa responsnya dulu sering terburu-buru karena takut luka bertambah parah. Setelah menemukan antiseptik yang tidak perih dan dapat digunakan untuk kulit sensitif, ia merasa lebih tenang dalam merawat anaknya.

“Anak ngga rewel saat dibersihkan. Aku juga bisa fokus menjelaskan pelan-pelan ke dia kalau lukanya sedang dirawat. Dari situ aku sadar, ternyata momen seperti ini bisa jadi bonding,” katanya.

Dalam kampanye tersebut, Betadine menggandeng Guardian Indonesia sebagai mitra ritel eksklusif. Jhon Malvin Tarigan, Marketing Director Guardian Indonesia, mengatakan kolaborasi ini bertujuan memudahkan keluarga mengakses produk kesehatan yang relevan.

“Kami ingin membantu orang tua menemukan solusi yang tepat dengan mudah, terutama untuk kebutuhan mom and baby,” ujarnya.

Melalui kampanye #PakeYangBening, Betadine mendorong orang tua melihat perawatan luka sebagai bagian dari perhatian sehari-hari yang dilakukan secara tenang dan terukur.

Dengan pemahaman langkah penanganan yang tepat serta pemilihan antiseptik sesuai kebutuhan, luka kecil pada anak dapat ditangani dengan aman tanpa memicu kepanikan berlebihan, bahkan berpotensi menjadi momen kedekatan antara orang tua dan anak.