PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 (Semester Pertama 2026), dengan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax/PBT) meningkat 21,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Y-o-Y) menjadi Rp933 miliar.
Peningkatan tersebut didukung oleh penurunan biaya dana sehubungan dengan optimalisasi komposisi pendanaan serta pengelolaan biaya yang berkelanjutan. Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Nonpengendali (Profit After Tax and Minority Interest/PATAMI) meningkat 21,2% Y-o-Y menjadi Rp698 miliar. Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 3,9% Y-o-Y, didukung oleh penurunan beban bunga.
Baca Juga: Kinerja Semester I Tahun 2026: Permata Bank Salurkan Kredit Rp171,2 Triliun
Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 4,3% pada semester pertama 2026. Pendapatan Non-Bunga (Non-Interest Income/NOII) menurun 5,4% Y-o-Y akibat penurunan pendapatan Global Markets (GM) yang terdampak oleh volatilitas pasar dan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan. Namun demikian, penurunan tersebut telah diimbangi sebagian oleh peningkatan pendapatan fee sebesar 8,0% Y-o-Y, didorong utamanya oleh peningkatan pendapatan fee dari Wealth (39,0%), pembiayaan otomotif (27,5%), dan layanan perbankan ritel (54,3%). Gross Operating Income (GOI) meningkat 1,9% Y-o-Y menjadi Rp4,64 triliun.
Beban operasional tetap terkelola dengan baik dan meningkat hanya sebesar 0,8% Y-o-Y sehubungan dengan upaya berkelanjutan Bank dalam mengoptimalkan biaya operasional. Laba operasional sebelum pencadangan meningkat 4,7% Y-o-Y menjadi Rp1,29 triliun, sementara beban pencadangan membaik sebesar 19,0% Y-o-Y. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,1% (gross) dan 1,3% (net) pada Juni 2026, dibandingkan dengan 2,4% (gross) dan 1,5% (net) pada Juni 2025.
Kinerja Triwulan Kedua 2026 dibandingkan Triwulan Pertama 2026
Gross Operating Income meningkat 9,1% didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 4,5% dan Pendapatan Non-Bunga (NOII) sebesar 29,6%. Beban operasional turun 2,7% seiring dengan pengelolaan biaya yang terus berlanjut dan memprioritaskan pengeluaran-pengeluaran guna mendukung kegiatan bisnis Bank.
Laba operasional sebelum pencadangan tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan peningkatan sebesar 47,1% sehingga mendorong Laba Sebelum Pajak (PBT) naik 34,8% menjadi Rp536 miliar, sementara PATAMI meningkat 33,2% menjadi Rp398 miliar.
Kinerja Triwulan Kedua 2026 dibandingkan Triwulan Kedua 2025
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Gross Operating Income meningkat 9,9%, didukung pertumbuhan NII dan NOII. Meskipun beban pencadangan kerugian meningkat 7,8%, laba operasional sebelum pencadangan meningkat 51,6%, sehingga PBT pada triwulan kedua 2026 naik 106,2% menjadi Rp536 miliar dibandingkan triwulan kedua 2025.
Kredit dan Simpanan Nasabah
Kredit Global Banking (GB) Bank tumbuh 5,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp54,98 triliun, didorong oleh pertumbuhan yang kuat pada segmen GB Large Local Corporates (LLC) yang naik 18,0%, sementara kredit Business Banking tumbuh 24,3%.
Sementara, kredit ritel dan non-ritel yang dikelola melalui Community Financial Services (CFS) tumbuh 2,9% Y-o-Y menjadi Rp71,30 triliun. Kredit CFS non-ritel tumbuh 1,7% Y-o-Y, terutama didukung oleh peningkatan kredit Small and Medium Enterprise (SME+) sebesar 14,4% Y-o-Y. Kredit ritel CFS juga tumbuh 3,4% Y-o-Y, terutama didorong oleh pertumbuhan pembiayaan otomotif melalui anak perusahaan sebesar 6,5% Y-o-Y, seiring bergairahnya kembali pasar otomotif Indonesia sejak awal triwulan kedua. Lini bisnis kartu kredit dan KTA tumbuh 11,2% Y-o-Y.