Pada 30 Juni 2026, total kredit Bank tumbuh 3,8% Y-o-Y menjadi Rp126,28 triliun, sementara total aset tumbuh 15,6% Y-o-Y menjadi Rp213,81 triliun. Simpanan nasabah tumbuh 8,2% Y-o-Y menjadi Rp124,10 triliun, didukung oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 22,4% Y-o-Y sehingga semakin memperkuat komposisi pendanaan Bank. Giro tumbuh 32,1% Y-o-Y, sedangkan tabungan tumbuh 4,8% Y-o-Y. Di sisi lain, deposito berjangka menurun 10,1% Y-o-Y. Rasio CASA meningkat menjadi 63,6% pada Juni 2026 dari 56,2% pada Juni 2025.

Pada semester pertama 2026, volume transaksi pada platform perbankan ritel M2U meningkat 20,8% Y-o-Y menjadi 17,5 juta transaksi, sementara saldo tabungan digital yang dibuka melalui platform tersebut tumbuh 23,2% Y-o-Y. Di sisi lain, volume transaksi pada platform perbankan korporasi M2E meningkat 5,6% Y-o-Y, dengan saldo giro meningkat 34,3% Y-o-Y menjadi Rp44,7 triliun.

Baca Juga: Laba Bersih DSNG Tumbuh 7,8% Jadi Rp985,88 Miliar pada Semester I 2026

Permodalan dan Likuiditas

Posisi permodalan Bank tetap kuat, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,3% dan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 23,2%. Likuiditas Bank tetap sehat dengan Loan-to-Deposit Ratio/LDR (Bank-saja) sebesar 86,6%. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio/LCR (Bank-saja) tercatat sebesar 138,2% dan Net Stable Funding Ratio/NSFR (Bank-saja) sebesar 110,7%.

Perbankan Syariah

Perbankan Syariah Maybank Indonesia membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax/PBT) sebesar Rp488 miliar, meningkat 55,1% Y-o-Y, didukung pertumbuhan pembiayaan Syariah serta optimalisasi komposisi pendanaan yang berkelanjutan. Sementara, pendapatan fee-based meningkat 20,0% Y-o-Y.

Pembiayaan Syariah tumbuh 11,7% Y-o-Y menjadi Rp32,96 triliun, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan pada segmen Global Banking (GB) sebesar 8,9% Y-o-Y, terutama pada Financial Institutions Group (FIG) dan Large Local Corporates (LLC). Sementara itu, pembiayaan pada segmen Community Financial Services (CFS) tumbuh 14,0% Y-o-Y, didukung oleh pertumbuhan pembiayaan pada segmen ritel maupun nonritel. Total pembiayaan Syariah berkontribusi sebesar 29,7% terhadap total kredit Bank (Bank-saja) pada Juni 2026.

Giro dan tabungan (CASA) Perbankan Syariah tumbuh 19,5% Y-o-Y, sementara deposito berjangka menurun 31,0% Y-o-Y. Total simpanan nasabah Perbankan Syariah menurun sebesar 0,7% Y-o-Y, tetapi rasio CASA meningkat menjadi 72,2% pada Juni 2026 dari 60,0% pada Juni 2025. Rasio Non-Performing Financing (NPF) membaik menjadi 2,2% (gross) dan 1,5% (net) pada Juni 2026, dibandingkan dengan 2,4% (gross) dan 1,6% (net) pada Juni 2025. Sementara itu, Financing-to-Deposit Ratio (FDR) tercatat sebesar 94,5% dibandingkan 85,5% pada Juni 2025.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan, "Kinerja ini mencerminkan kekuatan bisnis inti perbankan kami serta pelaksanaan prioritas strategis secara disiplin di tengah kenaikan suku bunga dan ketidakpastian global yang masih membayangi pasar domestik. Ke depan, kami akan terus mengembangkan portofolio pembiayaan di segmen korporasi dan UKM sejalan dengan strategi ROAR30, dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang prudent serta menjaga kualitas aset yang sehat."