Pada kuartal pertama tahun 2026, PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) mencatatkan pertumbuhan Laba Bersih sebesar 16,6% year-on-year (yoy). Didukung pertumbuhan Pendapatan Non-Bunga sebesar 11,9% yoy, Permata Bank membukukan pertumbuhan kredit sebesar 2,8% yoy di akhir Maret 2026.
Sementara itu, Loan -to-Deposit Ratio (LDR) tercatat berada di level 87,1% per akhir Maret 2026 dengan tren yang meningkat dibandingkan akhir kuartal pertama tahun 2025 yang berada di level 83,2%. Likuiditas Bank juga terjaga memadai, tercermin dari rasio likuiditas sesuai ketentuan Basel III yang konsisten berada jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100%. Hingga Maret 2026, Liquidity Coverage Ratio (LCR) secara rata -rata triwulanan tercatat pada level 267,4%, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) pada level 122,9% di akhir Maret 2026.
Baca Juga: BCA Catat Laba Bersih Rp14,69 Triliun Per Maret 2026
“Kinerja Permata Bank pada kuartal pertama 2026 mencerminkan ketahanan dan disiplin kami dalam menjalankan strategi bisnis. Ke depan, kami akan terus mengembangkan talenta sumber daya manusia, optimalisasi kapabilitas digital, serta memperluas kemitraan strategis, seiring fokus kami untuk menjadi bank yang semakin relevan bagi nasabah dan keluarga dengan memahami kebutuhan indi vidu, lintas generasi, hingga bisnis," kata Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, rasio CASA Permata Bank meningkat menjadi 65,5% per akhir Maret 2026 dibandingkan 58,6% di periode yang sama pada tahun lalu. Pada kuartal pertama 2026, penyaluran kredit tumbuh 2,8% yoy menjadi Rp161 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didorong oleh pertumbuhan kredit segmen Korporasi yang meningkat 6,5% yoy menjadi Rp98,2 triliun, serta segmen Komersial yang tumbuh sebesar 1,8% yoy menjadi Rp19,7 triliun.
Sejalan dengan itu, kualitas aset tetap terkelola dengan baik, tercermin dari rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) yang masing -masing berada pada level 2,2% dan 6,4%, dibandingkan dengan 2,0% dan 7,6% di kuartal pertama tahun 2025. Bank juga membentuk NPL Coverage dan rasio LAR Coverage yang prudent, masing-masing di level 355,7% dan 120,6%. Permata Bank juga mencatatkan penguatan permodalan yang signifikan, tercermin dari rasio CAR dan CET -1 Bank tercatat masing -masing sebesar 33,9% dan 25,9%, meningkat dari 33,6% dan 25,6% pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja Permata Bank Syariah
Dalam periode yang sama, Permata Bank Syariah mencatatkan Laba Operasional sebelum Provisi sebesar Rp198,4 miliar atau tumbuh 5,3% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan Pendapatan Operasional sebesar 3,4% yoy, seiring dengan konsistensi Bank dalam menjaga efisiensi dan pengendalian biaya dengan baik.
Ke depan, Permata Bank Syariah tetap memfokuskan strategi pada penguatan neraca dan memperluas dan memperdalam jaringan komunitas syariah sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong pertumbuhan perbankan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia lewat kampanye “Syariah untuk Semua”. Pendekatan ini menunjukan bahwa layanan syariah dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi finansial yang selaras dengankebutuhan nasabah, mulai dari perencanaan ibadah, kepemilikan aset, hingga pengelolaan keuangan sehari -hari dengan akses yang semakin mudah melalui platform digital.
Selain itu, Permata Bank juga terus mengembangkan kolaborasi sebagai bagian dari komitmennya untuk menciptakan nilai tambah dan memperdalam hubungan dengan nasabah serta mendorong profitabilitas berkelanjutan. Salah satu kerja sama yang terjalin erat adalah melalui kegiatan Adeging Mangkunegaran ke-269. Memasuki tahun ketiga, Permata Bank mendukung Pura Mangkunegaran untuk menghadirkan sinergi bagi ekosistem perekonomian, budaya, dan komunitas dengan layanan dan kemudahan transaksi dalam rangkaian kegiatan di antaranya Mangkunegaran Run 2026 dan MakaN -MakaN – bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).