Presiden Prabowo Subianto menegaskan jika pemerintahannya memandang kritik sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak bergeser menjadi fitnah yang dapat merusak persatuan bangsa. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara objektif dan berbasis fakta mempunyai peran penting sebagai mekanisme koreksi terhadap jalannya pemerintahan.

Karena itu, Kepala Negara pun membuka ruang bagi setiap masukan yang bertujuan memperbaiki kebijakan demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Pengakuan Dosa Prabowo: Capek Saya

"Kita negara demokrasi. Kita tidak antikritik. Kritik itu menyelamatkan. Namun, ada beda kritik dan caci maki. Kritik dengan fitnah itu beda," ujarnya dalam puncak peringatan hari lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (24/7/2026).

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan pemerintah tidak akan terpengaruh oleh serangan negatif selama tetap bekerja sesuai dengan aturan serta mengutamakan kepentingan rakyat.

Baca Juga: Jokowi Main Cantik, Kasus Ijazah Abal-abal Bakal Berakhir Antiklimaks

"Enggak ada masalah. Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kuat," tegasnya.

Selain itu, dirinya mengibaratkan pemerintah sebagai sebuah tim yang sedang bertanding di lapangan.

"Kalau kita cinta sama satu kesebelasan, umpamanya dia lagi bertanding di lapangan, kita kan sebagai suporter, 'Ayo, ayo, maju.' Namun jangan turunkan moral dong, orang lagi bertanding di situ. Nanti kamu kalah," tuturnya.

Menutup sambutannya, Kepala Negara mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan bekerja bersama menghadapi berbagai tantangan demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

"Mari kita berjuang bersama untuk bangsa dan rakyat Indonesia," pungkasnya.