Hal serupa, lanjut Budi, juga terjadi pada banyak rumah sakit di daerah. Menurutnya, kondisi bangunan yang sudah menua menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
"Sudah datang ke rumah sakit kan, rumah sakit kok kayak gini di daerah-daerah, Bud? Ya itu dibangun zamannya Pak Harto. Habis itu enggak pernah dibangun lagi,” ujar Buda.
Budi kemudian mengusulkan agar pemerintah tidak berfokus membangun fasilitas kesehatan baru, melainkan memperbarui bangunan yang sudah ada.
Menurutnya, pendekatan tersebut lebih efektif karena tenaga kesehatan telah tersedia dan masyarakat juga sudah terbiasa memanfaatkan fasilitas tersebut.
"Makanya kemarin saya cerita, 'Pak, dibangunlah itu rumah sakit-rumah sakit.' Dan saya tuh enggak membangun baru, kan enggak berisiko. Rumah sakitnya kita kasih uang, kita perbarui. Puskesmasnya kita renovasi. Orangnya sudah ada, pasiennya sudah datang ke sana, cuma yang tadinya busuk jadi bagus,” bebernya.
Usulan tersebut akhirnya mendapat persetujuan Presiden Prabowo. Pemerintah pun akan menjalankan program renovasi terhadap 10 ribu puskesmas serta memperbarui 400 rumah sakit milik pemerintah daerah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
"Dan beliau setuju, 10.000 puskesmas, 400 kabupaten kota rumah sakitnya akan diperbarui," pungkasnya.