Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI), Budi Gunadi Sadikin, mengungkap kisah di balik keputusan pemerintah merenovasi 10 ribu puskesmas dan memperbarui 400 rumah sakit di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Menurutnya, program tersebut berawal dari upayanya meyakinkan Presiden Prabowo Subianto agar meninggalkan warisan (legacy) yang benar-benar berdampak bagi masyarakat di bidang kesehatan.

Budi mengatakan, Presiden Prabowo memiliki keinginan untuk menghadirkan program besar yang dapat dikenang masyarakat. Karena itu, ia berupaya mengarahkan agar legacy tersebut diwujudkan melalui perbaikan layanan kesehatan dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

"Bapak Presiden kan inginnya tuh ada sesuatu yang besar yang dia bisa berikan ke masyarakatnya sebagai legacy. Nah saya ingin memastikan dong bahwa kalau di kesehatan dikasihnya benar gitu ya, benar dan bermanfaat buat masyarakat," kata Budi, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Jumat (7/8/2026).

Pria kelahiran tahun 1964 yang ini memiliki latar pendidikan meraih gelar fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga mengaku mengingatkan Presiden mengenai kondisi banyak puskesmas dan rumah sakit di daerah yang sudah tua dan belum pernah mendapatkan renovasi besar selama puluhan tahun.

Mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk itu juga menceritakan bahwa saat Presiden menanyakan mengapa kondisi sejumlah puskesmas terlihat memprihatinkan, dirinya menjelaskan bahwa sebagian besar fasilitas tersebut dibangun sejak era Presiden Soeharto dan setelah itu tidak pernah lagi direnovasi secara menyeluruh.

"Saya cerita, 'Pak, Bapak kan sudah keliling sama saya. Bapak lihat kan ada puskesmas di sana. Kok puskesmasnya kayak begini, Bud?' Saya bilang, 'Pak, puskesmas itu dibangun zamannya Pak Harto. Habis itu enggak pernah dibangun lagi, direnovasi juga enggak. Jadi akibatnya kayak begini’, papar Budi.

Baca Juga: 5 Menu Sarapan Favorit Orang Indonesia, Ini Rating Menurut Menkes Budi Gunadi

Hal serupa, lanjut Budi, juga terjadi pada banyak rumah sakit di daerah. Menurutnya, kondisi bangunan yang sudah menua menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Sudah datang ke rumah sakit kan, rumah sakit kok kayak gini di daerah-daerah, Bud? Ya itu dibangun zamannya Pak Harto. Habis itu enggak pernah dibangun lagi,” ujar Buda.

Budi kemudian mengusulkan agar pemerintah tidak berfokus membangun fasilitas kesehatan baru, melainkan memperbarui bangunan yang sudah ada.

Menurutnya, pendekatan tersebut lebih efektif karena tenaga kesehatan telah tersedia dan masyarakat juga sudah terbiasa memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Makanya kemarin saya cerita, 'Pak, dibangunlah itu rumah sakit-rumah sakit.' Dan saya tuh enggak membangun baru, kan enggak berisiko. Rumah sakitnya kita kasih uang, kita perbarui. Puskesmasnya kita renovasi. Orangnya sudah ada, pasiennya sudah datang ke sana, cuma yang tadinya busuk jadi bagus,” bebernya.

Usulan tersebut akhirnya mendapat persetujuan Presiden Prabowo. Pemerintah pun akan menjalankan program renovasi terhadap 10 ribu puskesmas serta memperbarui 400 rumah sakit milik pemerintah daerah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

"Dan beliau setuju, 10.000 puskesmas, 400 kabupaten kota rumah sakitnya akan diperbarui," pungkasnya.

Baca Juga: Menengok Sosok dan Karier Budi Gunadi Sadikin