Tahapan dimulai dari pembuatan desain dan pola, kemudian disablon menggunakan campuran talek dan air, hingga proses pembordiran menggunakan mesin khusus dengan benang sutera.

Setiap kebaya membutuhkan waktu pengerjaan sekitar tiga hingga empat minggu, mencerminkan ketelitian dan kualitas yang dijaga dalam setiap produk.

“Kami selalu mengutamakan kualitas. Setiap motif dibuat dengan detail agar menghasilkan kebaya yang indah dan nyaman dipakai,” jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan kebaya bordir terus meningkat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya perempuan Bali yang memilih kebaya bordir untuk berbagai kegiatan adat dan keagamaan.

Keunggulan kebaya bordir terletak pada motif flora dan fauna yang kaya, serta kombinasi warna yang lebih hidup dan menarik.

Di tengah kesibukannya sebagai pelaku usaha, Ny. Kadek Ariasih tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan anggota Persit dengan penuh tanggung jawab. Baginya, keluarga tetap menjadi prioritas utama.

“Saya tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas. Usaha ini justru menjadi cara saya untuk tetap produktif tanpa meninggalkan peran sebagai ibu,” tuturnya.

Nah Growthmates, kisah Kembang Pucuk Bordir menjadi bukti nyata bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jika dikelola dengan tekun dan penuh inovasi, mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar.

Dengan semangat, konsistensi, dan komitmen terhadap kualitas, usaha ini memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak perempuan, khususnya anggota Persit Kartika Chandra Kirana, untuk berani memulai usaha dari rumah.

Baca Juga: Shopee Luncurkan Kampanye 'UMKM Sumatra Bangkit'