Warren Buffett dikenal sebagai salah satu investor paling sukses di dunia. Namun, di balik kesuksesannya membangun kerajaan bisnis Berkshire Hathaway, ada satu kebiasaan unik yang tak pernah berubah selama puluhan tahun, yakni minum Coca-Cola setiap hari.

Pria berusia 95 tahun yang dijuluki "Oracle of Omaha" itu bahkan mengaku sekitar seperempat asupan kalorinya berasal dari minuman bersoda tersebut.

"Jika saya mengonsumsi 2.700 kalori dalam sehari, seperempatnya berasal dari Coca-Cola. Saya meminum setidaknya lima porsi ukuran 12 ons. Saya melakukannya setiap hari," ungkap Buffett dalam wawancara dengan majalah Fortune yang dikutip Yahoo Finance, Selasa (28/07/2026).

Baca Juga: Siap Lepas Harta Rp2.500 Triliun, Warren Buffett Akui Bayar Pajak Lebih Rendah dari Sekretarisnya

Buffett mengatakan, dirinya biasa mengonsumsi tiga kaleng Coca-Cola saat bekerja dan dua kaleng Cherry Coke ketika berada di rumah. Kebiasaan itu kerap ditemani camilan seperti potato sticks dan es krim.

Dengan gaya bercandanya yang khas, Buffett pernah menjelaskan alasan di balik pola makan yang tak biasa tersebut.

"Saya memeriksa tabel harapan hidup, dan tingkat kematian terendah ada pada anak usia enam tahun. Jadi saya memutuskan untuk makan seperti anak berusia enam tahun," ujarnya.

Meski kini identik dengan Coca-Cola, Buffett ternyata bukanlah penggemar minuman tersebut sejak awal. Selama hampir lima dekade, ia justru dikenal sebagai penikmat Pepsi. Bahkan, putranya, Howard Buffett, sempat menjulukinya "Pepsi Warren".

Baca Juga: Warren Buffett Ungkap Investasi Terbaiknya Sepanjang Masa, Ternyata Bukan Saham!

Perubahan itu terjadi pada 1986 ketika tetangganya di Omaha, Don Keough, yang saat itu menjabat sebagai eksekutif Coca-Cola, mengirimkan Cherry Coke untuk dicoba. Keough menyebut minuman tersebut sebagai "nektar para dewa".

Tak butuh waktu lama bagi Buffett untuk jatuh hati. Pada rapat pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway di tahun yang sama, ia secara terbuka mengumumkan "pindah haluan".

"Setelah 48 tahun setia pada minuman ringan lainnya, pimpinan Anda telah beralih ke Cherry Coke yang baru. Mulai sekarang, ini akan menjadi minuman resmi pertemuan tahunan Berkshire Hathaway," katanya kala itu.

Kecintaan Buffett terhadap Coca-Cola rupanya tak berhenti di meja makan. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1988, Berkshire Hathaway mulai mengakumulasi saham perusahaan minuman raksasa tersebut.

Hingga 2026, Berkshire tercatat masih menggenggam sekitar 400 juta lembar saham Coca-Cola atau setara dengan hampir 9 persen kepemilikan perusahaan. Nilai investasinya kini diperkirakan mencapai US$28 miliar hingga US$33 miliar.

Baca Juga: Oh... Ternyata Ini Alasan Warren Buffett Coret Yayasan Bill Gates dari Daftar Donasi

Tak hanya memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham, Berkshire Hathaway juga menerima dividen sekitar US$848 juta setiap tahun dari Coca-Cola. Angka tersebut menjadikan investasi ini sebagai salah satu sumber pendapatan terbesar bagi perusahaan milik Buffett.

Kisah Warren Buffett dan Coca-Cola menjadi contoh bagaimana keyakinan terhadap sebuah produk dapat berkembang menjadi investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Dari sekadar lima kaleng soda sehari, Buffett berhasil membangun salah satu investasi paling legendaris dalam sejarah pasar modal.

Sekadar informasi, di usia 95 tahunnya, Buffett masih setia menikmati Coca-Cola sambil terus membuktikan satu prinsip investasi yang selalu ia pegang, yaitu beli bisnis yang Anda pahami, percayai, dan bersedia Anda miliki untuk waktu yang sangat lama.