Memasuki usia 20-an hingga awal 30-an sering kali diwarnai oleh berbagai keputusan besar, mulai dari merintis karier, membangun rumah tangga, hingga memikirkan masa depan jangka panjang.
Di tengah fase transisi yang dikenal sebagai quarter-life crisis ini, memiliki penghasilan saja tentu belum cukup jika kamu belum tahu pasti ke mana aliran uang tersebut digunakan.
Menyusun tujuan keuangan pribadi menjadi langkah awal yang esensial agar kondisi finansialmu lebih terarah. Berikut adalah 4 panduan praktis untuk membantu mengelola keuangan sekaligus menghadapi fase hidup ini dengan lebih tenang.
Baca Juga: Hobi Olahraga Bikin Dompet Boncos? Intip Riset dan Solusi Keuangan Ini
1. Kenali Kondisi Keuangan Saat Ini
Sebelum menetapkan target apa pun, luangkan waktu untuk memetakan kondisi finansialmu secara jujur. Catat besaran pemasukan bulanan, pos pengeluaran rutin, kewajiban cicilan, serta sisa uang yang berhasil disisihkan.
- Langkah ini membantumu mengukur besaran dana yang realistis untuk ditabung tanpa mengorbankan kebutuhan harian.
- Mulailah membedakan dengan tegas antara kebutuhan primer (needs) dan keinginan semata (wants) agar pengeluaranmu lebih terkontrol.
2. Bangun Dana Darurat Sesuai Standar Finansial
Menghadapi situasi tak terduga adalah bagian dari perjalanan hidup mandiri. Berdasarkan acuan literasi keuangan OJK, idealnya setiap orang memiliki dana darurat sebesar 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan yang ditempatkan pada instrumen likuid.
- Misalnya, jika pengeluaran rutinmu Rp4 juta per bulan, target dana darurat yang perlu disiapkan berkisar antara Rp12 juta hingga Rp24 juta.
- Tidak perlu memaksakan diri mengumpulkannya sekaligus; kamu bisa memecahnya menjadi target setoran bulanan yang konsisten.
3. Biasakan Menabung Secara Konsisten
Kunci keberhasilan finansial terletak pada konsistensi. Terapkan metode menyisihkan uang di awal (begitu gaji diterima), bukan menunggu sisa pengeluaran di akhir bulan. Jumlahnya tidak harus langsung besar, asalkan disesuaikan dengan kemampuan dan rutin dilakukan setiap bulannya.
4. Evaluasi Tujuan Keuangan Secara Berkala
Rencana hidup di usia 23 tahun tentu bisa berbeda ketika kamu menginjak usia 28 tahun. Oleh karena itu, tinjau ulang tujuan keuanganmu secara berkala. Ketika terjadi perubahan pemasukan, kenaikan kebutuhan, atau munculnya target baru, segera sesuaikan porsi tabungan dan prioritas pengeluaranmu.