Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Nanik S. Deyang mendapatkan tanggapan apresiatif dari kalangan pemerhati kebijakan publik. Notrida Mandica, PhD, penulis buku Makan Bergizi Gratis & Prabowonomics: Mewujudkan Amanat Konstitusi, menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN pada Rabu, 22 Juli 2026, merupakan langkah yang tepat dan mencerminkan kematangan pertimbangan Presiden dalam memilih pemimpin lembaga strategis nasional.

Menurut Notrida, Program Makan Bergizi Gratis adalah misi yang mulia sekaligus ambisius, dan karenanya membutuhkan sosok pemimpin dengan kapasitas manajerial yang teruji. Ia menilai Sudaryono, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertanian, telah membuktikan kapasitas tersebut di jabatan sebelumnya.

Baca Juga: Prabowo: Gak Boros, MBG Dibiayai dari Uang Negara yang Selama Ini Bocor

"Presiden pasti sudah mempertimbangkan siapa kira-kira orang yang tepat untuk menjalani misi yang sangat mulia tapi nampak ambisius ini. Pak Sudaryono sudah menjadi Wakil Menteri Pertanian, jabatan yang cukup besar dan sangat prestigious. Beliau punya kapasitas secara manajerial. Meskipun latar belakang beliau bukan gizi, MBG ini memerlukan orang yang mampu melakukan structural penetration, yang mampu menerapkan kebijakan publik dari pusat hingga ke lokal, dari kebijakan yang ideal di pemerintahan sampai menjadi realitas di masyarakat," ujar Notrida Mandica dalan keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Terkait kecepatan Presiden dalam menetapkan pengganti dan langsung melantiknya di hari yang sama, Notrida menilai ini adalah langkah paling tepat mengingat karakter program MBG yang harus berjalan simultan dan tidak boleh vakum.

"Presiden melakukan langkah yang paling tepat. Dalam suatu program yang harus berjalan secara simultan dan harus segera terealisasi, posisi tertingginya tidak bisa vakum. Tidak bisa kosong. Keputusan yang paling bagus itu pada saat satu pergi, ada yang menggantikan. Birokrasi sebagai motor penggerak pemerintahan memang harus seperti itu, dan banyak talenta dalam pemerintahan kita yang bisa mengambil alih posisi ketika dibutuhkan. Presiden pasti sudah melihat siapa yang mampu bekerja di saat dibutuhkan," ungkapnya.

Notrida juga menyoroti kombinasi latar belakang Sudaryono yang menurutnya sangat pas untuk memimpin BGN pada fase ini. Sudaryono adalah Doktor bidang Keuangan lulusan Institut Pertanian Bogor dengan predikat cum laude, ditambah pengalaman langsung dua tahun sebagai Wakil Menteri Pertanian.

"Yang penting beliau punya kombinasi manajemen yang bagus, dan itu pasti sudah beliau miliki karena sudah menjadi Wamen. Kemudian beliau punya latar belakang pendidikan di bidang keuangan, ini sesuatu yang sangat plus. Karena beliau pasti bisa menghitung dengan cermat bagaimana cara merencanakan, mengeksekusi, hingga mengawasi penggunaan anggaran. Ini sangat bagus untuk BGN," jelas Notrida.