Industri hiburan Tanah Air berduka atas kabar meninggalnya penyanyi pop Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026). Selama beberapa tahun terakhir, pelantun lagu "Nuansa Bening" tersebut diketahui berjuang melawan kanker ginjal yang cukup memengaruhi kondisi kesehatannya.
Vidi pertama kali mengungkapkan kepada publik bahwa dirinya didiagnosis mengidap kanker ginjal pada Desember 2019. Saat itu, penyakit yang dideritanya telah berada pada stadium lanjut sehingga membutuhkan penanganan medis intensif.
Sebagai bagian dari proses pengobatan, Vidi menjalani operasi pengangkatan ginjal yang terdampak kanker di Singapura. Selain operasi, ia juga menjalani serangkaian terapi lanjutan serta kontrol kesehatan secara rutin, termasuk pemeriksaan medis di luar negeri.
Baca Juga: 5 Kebiasaan untuk Mencegah Kanker Usus lewat Pola Makan
Kepergian Vidi sekaligus kembali mengingatkan publik mengenai kanker ginjal, penyakit yang sering berkembang secara diam-diam tanpa gejala jelas pada tahap awal. Akibatnya, banyak kasus baru diketahui ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
Apa Itu Kanker Ginjal?
Kanker ginjal adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel di dalam ginjal mengalami pertumbuhan abnormal dan berkembang secara tidak terkendali hingga membentuk tumor. Tumor tersebut dapat bersifat ganas dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain.
Ginjal sendiri merupakan organ vital berbentuk seperti kacang yang terletak di bagian belakang rongga perut, tepatnya di sisi kanan dan kiri tulang belakang bagian bawah. Setiap manusia umumnya memiliki dua ginjal yang berfungsi menyaring darah dari zat sisa metabolisme, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, serta memproduksi urine.
Baca Juga: 5 Makanan Sehat yang Membantu Ginjal Menyaring Racun
Selain itu, ginjal juga berperan dalam mengatur tekanan darah melalui hormon tertentu serta membantu pembentukan sel darah merah melalui hormon eritropoietin.
Ketika kanker berkembang di ginjal, fungsi penting organ ini dapat terganggu. Dalam beberapa kasus, tumor juga dapat menekan jaringan di sekitarnya atau menyebar ke organ lain melalui aliran darah dan sistem limfatik.
Jenis kanker ginjal yang paling umum terjadi pada orang dewasa adalah renal cell carcinoma (RCC) atau karsinoma sel ginjal. Jenis ini menyumbang sekitar 90 persen dari seluruh kasus kanker ginjal.
Baca Juga: Banyak yang Suka, tapi Hati-Hati! 5 Makanan Ini Justru Bisa Merusak Ginjal
Selain RCC, terdapat beberapa jenis kanker ginjal lain yang lebih jarang terjadi, seperti:
- Karsinoma sel transisional, yang berkembang di bagian pelvis ginjal
- Tumor Wilms, yang lebih sering terjadi pada anak-anak
- Sarkoma ginjal, yang berkembang dari jaringan ikat di ginjal
Pada tahap awal, kanker ginjal biasanya hanya berkembang di satu ginjal. Namun jika tidak segera ditangani, sel kanker dapat menyebar ke organ lain seperti paru-paru, tulang, hati, atau kelenjar getah bening.
Mengapa Kanker Ginjal Sering Terlambat Diketahui?
Salah satu tantangan utama dalam penanganan kanker ginjal adalah minimnya gejala pada tahap awal. Banyak penderita tidak menyadari adanya masalah pada ginjal hingga tumor sudah berkembang cukup besar.
Baca Juga: Sebelum Terlambat! Ini 7 Fakta tentang Kanker Ginjal yang Perlu Kamu Tahu
Dalam banyak kasus, kanker ginjal justru ditemukan secara tidak sengaja saat seseorang menjalani pemeriksaan medis seperti USG atau CT scan untuk keluhan kesehatan lain.
Hal ini membuat deteksi dini menjadi sangat penting, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko tertentu.
Gejala Kanker Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Ketika tumor mulai berkembang atau membesar, tubuh biasanya mulai menunjukkan beberapa tanda. Gejala yang paling umum meliputi:
1. Darah dalam urine (hematuria)
Urine dapat berubah warna menjadi merah muda, merah, atau kecokelatan.
2. Nyeri pada punggung bawah atau pinggang
Nyeri biasanya muncul di satu sisi tubuh dan berlangsung terus-menerus tanpa berkaitan dengan cedera.
3. Muncul benjolan di area pinggang atau perut
Pada beberapa kasus, massa tumor dapat terasa saat diraba.
4. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Berat badan turun meski tidak sedang menjalani diet atau perubahan pola makan.
5. Kelelahan berlebihan
Penderita sering merasa lemas meski tidak melakukan aktivitas berat.
Baca Juga: Kisah Pasien Transplantasi Ginjal yang Nyaris Kehilangan Harapan Akibat Penggantian Obat
6. Demam berulang
Demam ringan yang muncul tanpa penyebab infeksi yang jelas.
Jika kanker telah menyebar ke organ lain, penderita juga dapat mengalami gejala tambahan seperti sesak napas, batuk berdarah, nyeri pada tulang, atau pembengkakan pada kaki.
Faktor Risiko Kanker Ginjal
Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya kanker ginjal belum diketahui secara pasti. Namun para ahli mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.
Merokok menjadi salah satu faktor risiko utama karena zat kimia dalam rokok dapat merusak DNA sel-sel tubuh, termasuk sel ginjal.
Selain itu, obesitas juga berperan dalam meningkatkan risiko kanker ginjal. Kelebihan berat badan dapat memicu perubahan hormon dan peradangan kronis yang berpotensi memicu pertumbuhan sel abnormal.
Kemudian, tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol dalam jangka panjang juga diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker ginjal.
Faktor lain yang juga berpengaruh meliputi:
- Riwayat keluarga dengan kanker ginjal
- Penyakit ginjal kronis
- Paparan zat kimia tertentu di lingkungan kerja
- Dialisis jangka panjang pada penderita gagal ginjal
Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin penting pula untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Diagnosis dan Pemeriksaan Medis
Untuk memastikan diagnosis kanker ginjal, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan medis. Proses ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan tumor, ukuran, serta kemungkinan penyebarannya.
Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan antara lain:
Tes urine
Digunakan untuk mendeteksi adanya darah atau kelainan lain yang dapat menjadi tanda gangguan ginjal.
Tes darah
Berfungsi mengevaluasi fungsi ginjal serta melihat kondisi kesehatan tubuh secara umum.
Baca Juga: 7 Sayuran Ajaib untuk Jaga Kesehatan Ginjalmu, Konsumsi Yuk!
USG ginjal
Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi adanya massa atau tumor pada ginjal secara noninvasif.
CT scan atau MRI
Memberikan gambaran yang lebih detail mengenai ukuran tumor serta kemungkinan penyebaran ke jaringan sekitar.
Biopsi
Pada beberapa kasus, dokter akan mengambil sampel jaringan ginjal untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan jenis kanker.
Pentingnya Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat
Karena kanker ginjal sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang deteksi dini.
Selain itu, menerapkan gaya hidup sehat juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengontrol tekanan darah.
Perjuangan panjang Vidi Aldiano melawan kanker ginjal selama lebih dari enam tahun menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa penyakit serius dapat menyerang siapa saja. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap gejala serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, peluang deteksi dini dan keberhasilan pengobatan dapat meningkat secara signifikan.