Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai perubahan pada tahi lalat, terutama jika ukurannya semakin besar, bentuknya tidak teratur, atau muncul garis atau warna yang berbeda.

Di luar tanda-tanda fisik tersebut, lanjut Prof. Aru, gejala umum seperti mudah lemas dan cepat lelah juga tidak boleh dianggap sepele.

Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh mengalami kekurangan darah atau gangguan lain yang berkaitan dengan penyakit serius.

Begitu pula dengan penurunan berat badan yang drastis tanpa menjalani diet, yang sering menjadi salah satu tanda kanker yang tidak disadari.

“Rasa lemas, cepat capek, atau berat badan turun drastis walaupun tidak diet, itu juga harus diperhatikan,” jelas Prof. Aru.

Prof. Aru menambahkan, pengalaman klinis menunjukkan bahwa keluhan yang muncul berulang kali tidak boleh diabaikan.

“Kalau ada sebuah gejala yang muncul sampai tiga kali dan tetap tidak membaik, sebaiknya segera dikejar dan diperiksa lebih intensif,” tegasnya.

Karena itu, kata Prof. Aru, masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan pada tubuh sendiri.

"Pemeriksaan dini dan kesadaran terhadap gejala awal dapat meningkatkan peluang penanganan kanker secara lebih cepat dan efektif," pungkas Prof. Aru.

Baca Juga: AstraZeneca Indonesia dan Siloam Hadirkan Inovasi AI Pertama untuk Transformasi Layanan Kanker