Lebih lanjut, dr. Putri mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan memperhatikan angka pada timbangan. Kondisi tubuh juga perlu dilihat dari komposisi tubuh, termasuk massa otot dan lemak viseral atau visceral fat.

Lemak viseral merupakan lemak yang berada di sekitar organ-organ dalam tubuh. Menurut dr. Putri, keberadaan lemak jenis ini perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan risiko kesehatan.

“Kalau visceral itu yang nempel-nempel di organ tubuh. Kalau seputarnya kita cubit-cubit di perut, di lengan, di mana-mana, yang bikin risiko penyakit meningkat itu adalah visceral fat tadi,” ungkapnya.

Dr. Putri menyebut, kadar visceral fat yang tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

“Begitu visceral fat kita di atas 9, baik laki-laki maupun perempuan, risiko semua penyakit langsung meningkat enam kali lipat,” katanya.

Karena itu, memiliki berat badan yang terlihat ideal belum tentu berarti seseorang memiliki komposisi tubuh yang sehat. Massa otot yang cukup dan kadar lemak tubuh yang terkendali juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Selain menjaga pola makan dan memenuhi kebutuhan protein, olahraga juga penting untuk mempertahankan massa otot. Namun, dr. Putri mengingatkan bahwa aktivitas fisik sehari-hari tidak selalu bisa dikategorikan sebagai olahraga.

Ia mencontohkan, orang yang merasa sudah cukup aktif karena setiap hari menyapu, mengepel, mencuci, atau berjalan kaki menuju transportasi umum.

“Biasanya orang bilang, ‘Aku kan sudah jalan kaki, aku sudah nyapu di rumah, aku sudah ngepel, sudah cuci. Kan sudah olahraga itu, Dok?’” ungkapnya.

Menurut dr. Putri, aktivitas tersebut memang membuat tubuh bergerak, tetapi masuk dalam kategori non-exercise physical activity (NEPA), bukan olahraga yang terstruktur.

“Kalau olahraga itu, kita butuh ada konsistensinya. Kalau kita kayak nyapu, ngepel, atau misalkan jalan ke transportasi, sebenarnya ini jatuhnya non-exercise physical activity. Kita beraktivitas fisik, tapi itu bukan olahraga,” tandasnya.

Baca Juga: Mitos atau Fakta Air Es Bikin Gemuk? Dokter Ungkap Faktanya