Loyalis Anies Baswedan Tatak Ujiyati mengatakan kebenaran pernyataan eks Gubernur DKI Jakarta itu soal angin tak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sempat menjadi bulan-bulan kini mulai terbukti kebenarannya. Pernyataan yang disampaikan Anies dalam debat calon presiden pada Pilpres 2024 lalu itu kata Tatak terbukti logis.
Hal ini disampaikan Tatak merespons abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbang hingga Jakarta dan sekitarnya saat gunung berapi di Selat Sunda itu erupsi dalam satu dua hari belakangan ini.
Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Hujan Abu Vulkanik, Kapan Aktivitasnya Berhenti?
“Yang meletus gunung Krakatau di Banten, abunya sampai di Jakarta. Makin paham dong kenapa dibilang angin tidak punya KTP,” kata Tatak dilansir Olenka.id dari akun X pribadinya Selasa (8/9/2026).
Pengamat Kebijakan Publik ini mengatakan angin bergerak tanpa dikendalikan oleh siapapun, namun pernyataan Anies yang disampaikan dalam debat capres beberapa tahun lalu itu justru menjadi bahan tertawaan dan ejekan bagi banyak orang, padahal itu logis dan sangat masuk akal.
“Asal pergi saja ke mana dia suka,” ujarnya.
Terpisah, Anies meminta seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk tetap waspada pada abu vulkanik ini. Bahkan rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan sudah diselimuti abu vulkanik pada Minggu (6/9/2026).
“Dalam kondisi seperti ini ada beberapa pesan. Pertama, sebisa mungkin tetap di dalam rumah, apalagi untuk kelompok rentan. Seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, atau yang punya gangguan pernapasan,” kata Anies
“Kedua, kalau terpaksa ke luar, maka pakai masker yang proper. Idealnya jenis N95 atau KN95. Bukan sekadar masker kain tipis, tapi tidak perlu panik ya. Yang ketiga, abu vulkanik ini mengandung silika, salah satu bahan dasar kaca. Jadi bisa menggores kulit, kaca, dan yang paling berisiko itu untuk paru-paru. Kalau terhirup terus-menerus, jadi hati-hati,” tambahnya.
Pesan keempat adalah melindungi mata. Anies mengimbau warga menggunakan kacamata. Bagi pengguna softlens, ia menyarankan untuk melepasnya.
“Dan kalau kelilipan abu, jangan digosok. Cukup dibilas dengan air bersih,” imbuhnya.
Pesan kelima, warga diminta menutup pintu, jendela, dan tandon penampungan air agar abu tidak masuk ke dalam rumah atau tercampur dengan air.
“Keenam, saat membersihkan mobil, kaca, halaman, motor, atau perabot lain yang kena abu, siram dulu dengan air yang banyak. Jangan sampai digosok pada saat masih kering, karena nanti akan bisa tergores,” jelasnya.
Anies juga mengingatkan warga yang berkendara agar tidak menggunakan wiper pada kaca mobil yang terkena abu vulkanik. Partikel debu vulkanik dapat menggores permukaan kaca.
Baca Juga: Jadi Program Kesayangan, tapi MBG dan Kopdes Merah Putih Justru Gerus Elektabilitas Prabowo
Jika terpaksa harus berkendara, ia menyarankan warga melaju dengan kecepatan rendah, terutama apabila jarak pandang berkurang dan kondisi jalan licin.
“ Kedelapan, selalu update informasi. Cek tetangga atau orang di sekitar kita yang mungkin butuh bantuan, terutama yang rentan. Yuk, kita saling jaga,” tandasnya.